
MERANGIN – Tak terbantahkan bahwa pernikahan adalah prosesi nan sakral. Tak hanya sisi religiusnya. Pernikahan juga senantiasa kental dengan rangkaian adat istiadat yang unik dan detil.
Namun banyak hal lain di belakang prosesi pernikahan. Di Desa Muara Madras, Jangkat, hal seru dan hangat terlihat semalam menjelang akad nikah dilaksanakan.
Sabtu-Minggu (7-8/6), puluhan kaum perempuan sibuk dengan kuali besarnya. Begitu malam menjemput, ba’da shalat isya, mereka mulai larut dalam kegiatan memasak untuk acara jamuan keesokan harinya.
Puluhan gantang (takaran beras, red) beras berpindah ke dalam kuali besar. Seiring malam yeng terus merangkak, aroma daging yang dimasak dengan selengkap rempah-rempah, semakin pekat menguap dari wadah-wadah besar di atas api menyala memamah potongan kayu kulit manis (cassiavera) kering.
Diselimuti suhu dingin, kadang menyentuh 14°C, mereka bersiasat agak tak mengantuk. Selain canda tawa dengan banyak tema renyah dan receh. Musik adalah hiburan utama.
Sound system atau loudspeaker ditaruh di pinggir tempat memasak. Mikrophone pun bergantian berpindah tangan kepada siapa pun yang ingin berdendang dengan lagu manisnya.
Seringkali, tak sekedar menyanyi. Sebagian lainnya bahkan berjoget ringan di pinggir kuali besar. Sembari tangannya terus bekerja memastikan api tetap menyala dan sendok kayu raksasa terus menari di kuali berisi gulai daging dengan kuah yang semakin pekat.
Biasanya, acara masak-masak baru selesai menjelang subuh. Selama itu pula, para perempuan dengan susur di bibir, bergantian berdendang. Menyanyikan lagu apa pun yang mereka sukai.
Makanan yang sudah matang segera berpindah ke wadah-wadah penampung dan diantar ke rumah pengantin. Sementara bahan makanan mentah lainnya sudah ‘mengantri’ untuk masuk ke dalam kuali atau wajan raksasa.
Menjelang adzan subuh berkumandang, acara memasak hampir rampung. Hebatnya, halaman rumah yang digunakan untuk memasak langsung bersih dan tertata. Nyaris tak sejumput pun sampai tersisa.
Lalu dimana peran para pria? tentu banyak dan menyertai hingga matangnya seluruh masakan. Tapi, ya, sebagai ‘pemain cadangan’ bagi ‘ras terkuat di dunia’.(mm)










