Warga RT 09/10 Tahtul Yaman Peringati Isra Mikraj dan Pembukaan MTQ tingkat PAMI Al Azizi

LAMANJAMBI.COM – Masyarakat RT 09 dan RT 10 Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan Kota Jambi menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026. Jumat (23/1) malam.

Selain peringatan Isra Mikraj, dalam kegiatan ini juga sekaligus dilakukan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat PAMI Al Azizi.

Ketua RT 09, Ervan menyebut jika kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga RT 09/10 ntuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Quran.

Menurut dia, integrasi antara peringatan Isra Mikraj dan MTQ sengaja dilakukan untuk memberikan wadah bagi anak-anak pengajian PAMI Al Azizi dalam menunjukkan bakat dan hasil belajar mereka.

​”Kami ingin memperingati perjalanan agung Rasulullah bukan sekadar seremonial saja, tapi juga dengan aksi nyata menghidupkan syiar Al-Quran di lingkungan RT kami,” kata Ervan.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh warga. Mereka kompak saling bahu membahu untuk mensukseskan kegiatan ini.

Dalam kegiatan kali ini, panitia pelaksana mengundang ustadz Rabiul Awal M.Pd untuk menyampaikan tausiyah tentang Isra Mikraj.

Isra mi’raj merupakan salah satu peristiwa yang penting dalam agama Islam, yang mana merupakan peristiwa besar saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya umatnya serta alam semesta.

Baca Juga :  Proyek Fiktif di Jambi Tulo, Tipikor Polres Muaro Jambi Koordinasi dengan Inspektorat

Peringatan isra mi’raj merupakan salah satu hari besar keagamaan Islam yang diperingati pada 27 rajab setiap tahunnya.

Isra mikraj merupakan dua momentum penting. Dimana isra sendiri adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sedangkan mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju sidratul muntaha atau langit ketujuh.

Dalam perjalanan Isra Mi’raj ini mengisahkan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam. Peristiwa ini merupakan peristiwa penting bagi umat Islam Karena pada saat yang sama beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Adapun perjalanan Rasulullah SAW saat Isra Mi’raj ini diabadikan dalam surat Al-Isra ayat [17]:1 yang artinya:

“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Para ulama menyatakan bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam keadaan tidak tidur atau masih terjaga, bukan sebuah mimpi, dengan mengendarai Buraq.

Dalam perjalanannya bersama Malaikat Jibril, Nabi Muhammad SAW singgah dilima tempat, dan pada setiap tempat beliau singgah Nabi Muhammad SAW berhenti sejenak dan melaksanakan shalat 2 rakaat.

Baca Juga :  Kembangkan Wisata Danau Sipin, Haris Hadirkan Investor dari Korea Selatan

Adapun tempat yang beliau singgah antara lain yaitu Kota Madinah, karena malaikat Jibril menjelaskan bahwa tempat inilah kelak Nabi Muhammad SAW berhijrah. Selanjutnya beliau singgah di Kota Madyan, dimana tempat persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran tentara Fir’aun. Lalu tempat yang ketiga yaitu di Thuur Sina, dimana tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT. Kemudianuntuk keempat kalinya Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril berhenti sejenak dan melakukan shalat dua rakaat di Baitul Lahm, tempat Nabi Isa AS dilahirkan. Dan tempat yang terakhir yaitu Masjidil Aqsha.

Selama perjalanan Isra Mi’raj yang penuh keajaiban, Nabi Muhammad SAW dihadapkan dengan pilihan antara kebaikan dan keburukan. Beliau dengan bijaksana memilih susu, melambangkan kesucian dan jalan yang diridhoi Allah. Ini menjadi gambaran bahwa beliau dan umatnya akan senantiasa di jalan kebenaran.

Setelah shalat berjamaah di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril melesat menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Dalam perjalanan, mereka singgah di tujuh lapis langit, bertemu para nabi terdahulu, diantaranya:

1. Langit pertama, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS

2. Langit kedua, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS

Baca Juga :  Jelang Mudik Lebaran, Ivan Wirata Cek Kondisi Jalan di Bahar Utara

3. Langit ketiga, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS

4. Langit keempat Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris AS

5. Langit kelima, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun AS

6. Langit keenam, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS

7. Langit ketujuh, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS

Setelah bertemu dengan nabi-nabi terdahulu beliau bersama Malaikat Jibril singgah untuk mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah.

Adapun hikmah dari perjalanan Isra Mi’raj ini yang sangat berati salah satunya salah satunya adalah penetapan shalat lima waktu dalam sehari semalam memiliki makna yang dalam. Shalat menjadi pengingat kewajiban muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT di tengah kesibukan sehari-hari. Isra Mi’raj tidak hanya mengukuhkan pentingnya shalat, tetapi juga menegaskan kekuatan, keimanan, dan ketakwaan Nabi Muhammad SAW, serta menjadi bukti keajaiban dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia.

Peristiwa Isra Mi’raj menjadi peringatan bagi umat Islam untuk senantiasa menjalankan shalat dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Melalui shalat, umat Islam dapat memperkuat hubungannya dengan Allah SWT, mencari ketenangan batin, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

Sebelum pelaksanaan ini, ratusan masyarakat melaksanakan pawai taaruf mengelilingi kampung dengan iringan kompangan. (*)