Perkuat Pemberdayaan Suku Anak Dalam, Pemkab Sarolangun Dorong Sinergi Lintas Sektor dan Grand Design Jangka Panjang

LAMANJAMBI.COM — Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD) menggelar “Workshop Sinergitas Program Pemberdayaan Suku Anak Dalam dan Penguatan FKPS-SAD”.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika itu mengundang puluhan pemangku kepentingan lintas sektoral diantaranya Pemerintah Kabupaten Sarolangun, DPRD Sarolangun, TNI, Polri, Dinas Sosial, Dukcapil, Tokoh adat, tokoh masyarakat, perusahaan yang tergabung dalam forum TJSL/CSR Sarolangun dan tamu undangan lainnya.

​Agenda dua hari yang berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 ini dirancang khusus untuk membedah akar persoalan mendasar yang selama ini dialami warga SAD.

Komunitas adat yang mendiami wilayah adat “Tanah Garo Pangkal Waris, Sungai Serengam Ujung Waris, dan Air Hitam Tanah Bejenang” tersebut kini menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang kian kompleks. Ini terjadi seiring menyusutnya potensi sumber daya hutan.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun menegaskan bahwa upaya pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) tidak dapat bertumpu pada satu lembaga semata, melainkan membutuhkan tanggung jawab dan kolaborasi erat dari seluruh stakeholder lintas sektoral.

Baca Juga :  KPU RI Umumkan 5 Orang yang Lolos Menjadi Komisioner KPU Provinsi Jambi. Ini namanya

​Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Sarolangun, Gerry, saat membuka secara resmi Workshop Sinergitas Program Pemberdayaan Suku Anak Dalam dan Penguatan Forum Kemitraan Pembangunan Sosial (FKPS)-SAD yang berlangsung di Hotel Nafiti Sarolangun.

​Dalam arahannya di hadapan puluhan pemangku kepentingan lintas sektor, Gerry menyampaikan bahwa tanpa adanya koordinasi yang padu dan komitmen yang kuat, program-program pemberdayaan yang dijalankan masing-masing instansi berisiko berjalan sendiri-sendiri sehingga dampaknya tidak optimal bagi warga SAD.

​”Jika setiap instansi atau lembaga melangkah sendiri-sendiri, program memang tetap terlaksana, tetapi dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat Suku Anak Dalam tidak akan sebesar yang kita harapkan. Workshop hari ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta merumuskan kebutuhan riil mereka agar program pemberdayaan lebih terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegas Gerry.

Baca Juga :  Sambut Kunker Kompolnas, Edi Purwanto Apresiasi Kinerja Polda Jambi

Dalam kesempatan itu, ada beberapa point penting yang harus dijalankan untuk keberhasilan program ini kedepannya. Diantaranya sinergi Lintas Sektor yang Kuat dengan menghilangkan ego sektoral agar seluruh program jaring pengaman maupun pembangunan dari berbagai instansi saling terintegrasi dan memberikan dampak yang terukur.

​Penguatan Data Faktual dan Akses Layanan Dasar, dengan memperbaiki sistem pendataan kondisi riil warga SAD di lapangan. Hal ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti fasilitas kesehatan, sanitasi yang layak, akses pendidikan, administrasi kependudukan (adminduk), hingga jaminan perlindungan sosial.

​Pendekatan Persuasif dan Partisipatif. Mengubah pola pemikiran dari sekadar menyediakan fasilitas menjadi pendekatan berbasis pelibatan aktif. Pemerintah dan mitra harus secara intensif bersosialisasi, merangkul, serta menghormati pandangan warga SAD dalam merumuskan kebijakan.

Kemudian mendorong Kemandirian Ekonomi. Selain memberikan bantuan jaring pengaman sosial seperti sembako, pemangku kepentingan bertanggung jawab merancang program ekonomi produktif agar warga SAD mampu mandiri secara ekonomi tanpa memicu konflik sosial.

Baca Juga :  Ngeri, awal tahun 2022 ini, Warga Jambi Temukan 2 warga Tewas terbungkus Karung

Serta monitoring, Evaluasi, dan Penyusunan Grand Design: Mengingat FKPS-SAD telah terbentuk sejak lama, maka Pemkab Sarolangun memandang perlunya grand design yang jelas mengenai arah masa depan SAD, termasuk menetapkan target kuantitatif pendidikan—seperti jumlah anak SAD yang melanjutkan ke perguruan tinggi hingga sekolah kedinasan.

Wabup Gerry memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang hadir. Kehadiran lintas elemen ini dipandang sebagai bukti nyata kepedulian dan komitmen bersama terhadap keberlanjutan pembangunan Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun.

​”Saya berharap seluruh hasil diskusi dalam workshop ini tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan segera dieksekusi secara bergotong royong dengan visi dan misi yang sama demi kesejahteraan warga SAD di masa depan,” ungkapnya. (*)