Antrean Solar Mengular, Hafiz Alatas Duga Adanya Permainan Barcode

LAMANJAMBI.COM — Sejumlah SPBU di Jambi termasuk Kota Jambi dan Muaro Jambi dipenuhi oleh antrean panjang. Antrean yang mengular tersebut terjadi pada nozel Solar. Truk dan diduga mobil minibus pelangsir minyak berjejer hingga kejalan.

Akibat banyaknya antrian kendaraan tersebut, masyarakat pengguna kendaraan pribadi yang berbahan bakar solar terganggu. Perjalanan mereka yang seharusnya cepat menjadi lambat akibat lamanya antrian.

Tokoh Pemuda Provinsi Jambi, Hafiz Alatas menyoroti adanya antrian panjang yang terjadi akhir-akhir ini di kota Jambi dan sekitarnya.

Baca Juga :  DPRD Dharmasraya Belajar ke DPRD Muaro Jambi

Menurut dia, antrian panjang ini diduga kuat adanya praktek curang atau penimbunan minyak yang dilakukan oleh oknum sopir. Tak hanya itu, dugaan juga mengarah kepada petugas SPBU yang disinyalir memainkan barcode.

“Dugaannya, satu barcode bisa digunakan oleh banyak kendaraan,” kata Hafiz.

Pria yang menjabat sebagai ketua Laskar Pemuda Jambi Kota Sebrang itu menyebut, jika dugaan ini benar-benar terjadi, maka sangat disayangkan sekali. BBM subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat, malah menjadi lahan bisnis sekelompok orang.

Baca Juga :  Ririn Novianti Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

Selain itu, disinyalir adanya dugaan penyimpangan BBM bersubsidi yang semakin hari semakin mengkhawatirkan dimana BBM yang seharusnya tepat sasaran menjadi ajang cuan dan lokak bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, keserakahan akan untung yang besar sehingga mengorbankan rakyat kecil.

“Kami menduga adanya keterlibatan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab di Depot Pertamina Kasang. Karena kegiatan kencing dijalan terus berlangsung. Dan ada tempat tempat tertentu yang para oknum sopir tidak bisa melakukan hal tersebut dengan sebutan zona Black Zona, ” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Siswa SMA Titian Teras Jambi Reaktif. Sekolah Ditutup Sementara

Ditambahkannya, Dugaan BBM Bersubsidi salah sasaran dan digunakan oleh yang tidak berhak menggunakannya, pihaknya sudah beberapa bulan mengamati dan mengumpulkan data di lapangan dan di setiap SPBU yang berada di dalam Kota Jambi dan SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

“Sangat miris apabila BBM Bersubsidi di nikmati oleh pengusaha besar bidang perkebunan kelapa sawit yang mencapai puluhan ribu hektar bahkan mungkin ratusan ribu hektar ” imbuhnya. (*)