Upacara Hari Lahir Pancasila, Aidi Hatta Bacakan Teks Pancasila

LAMANJAMBI.COM– Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dengan khidmat di lapangan utama perkantoran bupati, Senin (1/6) pagi.

Dalam momen sakral itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta mendapat kehormatan untuk membacakan teks Pancasila di hadapan ratusan peserta upacara.

​Dengan suara lantang dan penuh penjiwaan, Ketua DPRD memimpin pembacaan lima sila yang diikuti oleh seluruh peserta, mulai dari unsur TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pelajar dan organisasi kepemudaan.

Usai upacara, Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi menyampaikan kesan mendalamnya mengenai peringatan tahun ini. Menurutnya, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar rutinitas kalender atau seremoni tahunan, melainkan momen krusial untuk melakukan refleksi nasional.

Baca Juga :  Wabup Jun Mahir Tinjau Korban Banjir di Taman Rajo

​”Membacakan teks Pancasila di hadapan seluruh elemen masyarakat Muaro Jambi hari ini memberikan getaran tersendiri bagi saya. Ini adalah pengingat besar bahwa fondasi negara kita dibangun di atas keberagaman yang dipersatukan. Kesan saya, semangat persatuan di tengah masyarakat kita masih sangat kuat, dan itu adalah modal utama pembangunan daerah,” ujarnya hangat.

​Ia juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda di Bumi Sailun Salimbai agar tidak membiarkan nilai-nilai Pancasila luntur digilas zaman dan teknologi.

“Pancasila itu dinamis, dia bisa masuk ke era digital apa pun. Pesan saya, gunakan media sosial dan teknologi hari ini dengan napas Pancasila—pikirkan persatuan, hargai perbedaan, dan kedepankan gotong royong,” tambahnya.

Baca Juga :  Brigpol Maidani Bantu Perbaikan Rumah Arifin yang terbakar di Talang Pantai

​Pentingnya Pancasila sebagai Pedoman Hidup
​Lebih lanjut, Ketua DPRD menekankan betapa vitalnya posisi Pancasila sebagai way of life atau pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menghadapi tantangan global yang makin kompleks.

​Ia menjelaskan tiga alasan utama mengapa Pancasila harus tetap menjadi kompas pembimbing masyarakat:
​Penyaring Budaya Luar: Di tengah gempuran informasi dan ideologi asing, Pancasila adalah benteng yang menjaga identitas dan karakter asli manusia Indonesia agar tidak mudah goyah.

​Peredam Polarisasi Sosial: Sebagai daerah yang heterogen, Muaro Jambi sangat rentan terhadap gesekan sosial. Pancasila hadir sebagai titik temu (kalimatun sawa) yang mencairkan segala bentuk perbedaan suku, ras, dan agama.

Baca Juga :  Pj Bupati Muaro Jambi Lantik Pejabat Lelang Jabatan, Sukisno Singkirkan Aprisal

​Dasar Pengambilan Kebijakan: Di ranah pemerintahan, Pancasila—khususnya Sila Kelima—adalah kompas utama DPRD dan Pemkab dalam merumuskan peraturan daerah (Perda) maupun anggaran, guna memastikan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Muaro Jambi.

​”Kalau kita kehilangan arah dalam bernegara, kembalilah pada Pancasila. Jika setiap butirnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan kerja—saya yakin Muaro Jambi akan tumbuh menjadi kabupaten yang jauh lebih maju, aman, dan sejahtera,” ungkapnya.

​Upacara yang berlangsung sekitar satu jam tersebut berjalan lancar dan diakhiri dengan foto bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Muaro Jambi. (*)