LAMANJAMBI.COM – Sejumlah wartawan di Kabupaten Bungo mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan ketika meliput kegiatan razia yang dilakukan Satpol Pp Kabupaten Muaro di ruangan Pub dan Bar PEGASUS, Jumat (1/9/2023) sekira pukul 00.30 Wib.
Wartawan ketika ikut bersama rombongan di bentak dan dorong serta diusir secara paksa oleh pihak management Pegasus. Akibatnya, para pewarta gagal menjalankan tugas Jurnalis.
Akibat tindakan arogan manajemen PEGASUS ini, beberapa wartawan tidak berhasil mendapatkan informasi secara utuh terkait kegiatan penertiban jam malam oleh Satpol PP kala itu.
Azroni salah satu wartawan yang bertugas saat itu, tidak menampik sikap arogan manajemen PEGASUS ini terhadap awak media pada saat itu.
Dia mengaku dibuat tidak berdaya oleh manajemen PEGASUS. Sebab, belum selesai melakukan tugas jurnalis, pihaknya sudah dibentak, didorong dan diusir.
“Kami baru saja masuk ke dalam Diskotik Pegasus bersama dengan rombongan Satpol PP. Tetapi tidak berapa lama oknum manajemen langsung bersikap arogan,” tegasnya.
Akibat dari sikap arogan tersebut, jelas Roni, dirinya tidak bisa mendapatkan informasi yang jelas terkait dengan operasi yang digelar oleh petugas penegak Perda.
“Kami menjadi terhalang mendapatkan informasi seputar apa pembicaraan, teguran serta apa tindakan dari Satpol PP pada malam itu. Menegemen Pegasus lupa atau tidak tahu kalau jurnalis itu bertugas dilindungi Undang-Undang,” sebutnya.
“Kita ketahui bersama Bar, Pub ataupun Diskotik itu fasilitas publik. Kami turun bukan sendiri-sendiri, tetapi bersama Satpol PP,” tegas Roni.
“Bahkan Kasat Pol PP pun sudah memberitahukan kepada manajemen PEGASUS bahwa, pihaknya turun didampingi oleh para wartawan,” timpalnya.
Roni mengaku kalau selama dirinya menjalankan tugas sebagai jurnalis dan ikut dalam operasi penertiban tidak pernah sekalipun diperlakukan seperti apa yang dilakukan di Pegasus. Kata dia, biasanya, tempat-tempat seperti itu menerima wartawan dengan baik. (*)










