LAMANJAMBI.COM — Meski tengah menjalankan ibadah Haji, namun tidak menyurutkan niat Bachyuni Deliansyah untuk berbagi dengan masyarakat Kabupaten Muaro Jambi.
Melalui keluarga dan relawannya, Bachyuni Deliansyah memberikan bantuan seekor sapi untuk untuk potong dan dijadikan hewan kurban untuk masyarakat Kumpeh. Tepatnya di Desa Pematang Raman.
Pada umumnya, daging hewan kurban yang telah dipotong akan dibagi-bagi langsung kepada warga, namun pada kali ini sedikit berbeda dimana sebelum dibagikan kepada masyarakat, daging tersebut dimasak terlebih dahulu. Jadi masyarakat yang menerima daging tersebut tidak repot-repot lagi untuk memasaknya. Masyarakat tinggal konsumsi saja.
Daging-daging tersebut dimasak disalah satu tempat oleh tim. Setelah dimasak ramai-ramai dan dagingnya yang sudah matang pun dibagikan ke seluruh warga sekitar. Warga tak perlu antri berebut bagian, karena para relawan yang berseragam langsung mendatangi rumah-rumah warga.
“Kami sebagai warga sangat senang dengan cara Pak Bachyuni relawan para relawannya membagikan daging kurban yang sudah matang. Sehingga, kami tak perlu repot-repot lagi membeli bumbu dan memasaknya,” ujar Siti Zahroh (45 thn), warga Pematang Raman yang rumahnya tak jauh dari tempat pemotongan.
Respon senada disampaikan Ahmad Kusai, kepala desa Pematang Raman yang ikut hadir saat pemotongan. Menurut dia, cara pembagian daging kurban yang dilakukan para relawan Bahcyuni Peduli dalam bentuk yang sudah dimasak itu sangat bagus dan disambut positif seluruh warga yang menerimanya.
“Buat saya, ini bisa menjadi tradisi baru yang baik untuk siapa saja yang mau melakukan kurban. Kenapa? Karena warga yang menerimanya tak harus pusing lagi membeli bumbu dan memasaknya. Warga tinggal menerima dan langsung memakannya,” kata Ahmad Kusai.
Tradisi baru mengemas daging kurban yang sudah matang ini, menurut dia, sangat inspiratif untuk bisa dicontoh siapa saja yang mau berkurban. Karena umumnya selama ini, hewan kurban itu dibagikan dalam bentuk yang masih mentah.
Sementara itu, Bahcyuni Deliansyah yang tak hadir di lokasi acara karena sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci mengatakan, ide pembagian daging kurban yang sudah matang itu didasari pertimbangan untuk tidak merepotkan warga yang menerimanya.
“Mohon maaf kepada seluruh warga Kumpeh, saya tak bisa hadir karena sedang di Tanah Suci. Salam hormat saya kepada semua. Selamat menikmati daging kurbannya yang sudah matang. Ini saya lakukan agar bapak-bapak dan ibu-ibu semua tak perlu repot lagi membeli bumbu dan memasaknya,” katanya lewat video call kepada para relawan.
Terkait dengan makin banyaknya dukungan warga untuk maju sebagai calon bupati Muaro Jambi, Bahcyuni menjawab diplomatis, bahwa maju tidaknya sangat tergantung pada banyak faktor.
Salah satu faktor penting, kata dia, adalah restu ibunya. “Dukungan warga ok, itu menjadi pertimbangan. Tapi yang tak kalah penting ada restu ibu. Jika ibu merestui, insya Allah saya maju. Tapi jika Ibu melarangnya, saya pasti tak maju. Buat saya, Ibu itu mustika hidup. Dan saya tak berani melawan Ibu,” ungkapnya. (*)










