Kunjungan Kerja ke Bungo, Ivan Wirata Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Bandara

JAMBI – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, menyoroti sejumlah pekerjaan rumah strategis yang perlu segera dituntaskan di Kabupaten Bungo. Dalam kunjungan kerjanya yang diterima langsung oleh Bupati Bungo, Dedy Putra, Ivan Wirata menegaskan bahwa kemajuan Bungo akan menjadi pengungkit pertumbuhan bagi kabupaten tetangga seperti Tebo, Sarolangun, dan Merangin.

“Bungo ini kota lintas dan simpul ekonomi. Kalau Bungo maju, efek dominonya akan dirasakan daerah sekitar. Saat dialog dengan Bupati Bungo, Pak Dedy menyambut positif. Luar biasa pola pikir bupati untuk kemajuan daerahnya. Jadi sinergitas antara kepala daerah dan legislator di provinsi terjalin,” ujar Ivan Wirata yang akrab disapa BIW.

Dalam peninjauan tersebut, Ivan Wirata menekankan pentingnya perhatian serius terhadap ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat (RB) yang berpotensi menghambat arus logistik dan mobilitas masyarakat. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, beberapa ruas prioritas yang membutuhkan penanganan segera antara lain:

Baca Juga :  Pilbup Bungo, Dua Tokoh Besar Batang Bungo Siap Menangkan Jumiwan Aguza - Maidani

Ruas Simpang Betung Berdarah – Batas Bungo (Kabupaten Tebo): Membutuhkan anggaran sekitar Rp136,74 miliar untuk perbaikan 14,9 km jalan yang mengalami kerusakan berat.
Ruas Batas Tebo – Kuamang Kuning (Kabupaten Bungo): Diperkirakan memerlukan dana Rp146,91 miliar untuk menangani 14 km jalan yang rusak berat.

Jalan Lingkar Muara Bungo: Diperkirakan membutuhkan Rp36,02 miliar guna menjaga kelancaran arus logistik luar kota.

BIW, yang juga pernah menjabat sebagai Kadis PU Provinsi Jambi, menambahkan bahwa berdasarkan data kondisi jalan provinsi di wilayah ini, beberapa segmen memang menunjukkan tingkat kerusakan yang memerlukan percepatan penanganan.

“Kalau jalan ini mulus, biaya logistik turun, investasi masuk, dan ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat,” ujarnya, menekankan krusialnya perbaikan ruas-ruas tersebut sebagai jalur penghubung utama distribusi barang dan mobilitas antarwilayah.

Baca Juga :  Kunker ke Kementerian Kominfo, Pinto Minta Tower di Jambi ditambah

Optimalisasi Bandara Muara Bungo Jadi Sorotan

Selain infrastruktur jalan, Ivan Wirata juga menyoroti perlunya optimalisasi Bandara Muara Bungo (BUU) agar mampu bersaing dengan bandara kelas menengah lain di Sumatera, terutama Kabupaten Linggau yang merupakan akses terdekat dari wilayah barat Jambi. Ia menilai persoalan utama bandara saat ini bukan pada terminal, melainkan pada keterbatasan maskapai dan frekuensi penerbangan.

Beberapa langkah strategis yang didorong untuk optimalisasi Bandara Muara Bungo meliputi:

Perpanjangan Runway: Landasan pacu saat ini sekitar 2.100 meter. Idealnya diperpanjang menjadi 2.250–2.400 meter agar pesawat jet populer seperti Boeing 737-800 atau Airbus A320 dapat mendarat dengan beban penuh. Hal ini diharapkan membuka peluang masuknya maskapai seperti Lion Air, Super Air Jet, atau Citilink.

Fasilitas Penerbangan Malam (Night Flight): Optimalisasi Airfield Lighting System dan navigasi modern diperlukan agar bandara bisa melayani penerbangan malam, yang akan meningkatkan fleksibilitas jadwal maskapai.

Baca Juga :  KPU Muaro Jambi Umumkan DCS Pileg 2024, Ini Daftar Lengkapnya

Mendorong Kompetisi Maskapai: Mengingat saat ini Nam Air masih dominan, skema insentif atau subsidi kursi (block seat) perlu didorong untuk menarik maskapai Low Cost Carrier (LCC) dan menciptakan harga tiket yang lebih kompetitif.

Integrasi Transportasi Antarmoda: Perlu adanya konektivitas langsung bandara ke Tebo, Bangko, hingga Dharmasraya melalui bus Damri atau travel resmi untuk memperluas jangkauan penumpang.
Pengembangan Kargo: Dengan potensi perkebunan dan pertambangan di sekitar Bungo, pembangunan gudang kargo dinilai penting agar bandara tidak hanya bergantung pada penumpang.
Promosi Wisata dan Bisnis: Sinkronisasi jadwal penerbangan dengan event daerah diharapkan dapat meningkatkan trafik penumpang.

BIW menegaskan, penguatan infrastruktur jalan dan bandara harus berjalan paralel. Menurutnya, jika konektivitas darat dan udara Bungo membaik, maka wilayah barat Provinsi Jambi, termasuk Tebo, Sarolangun, Merangin, bahkan Dharmasraya, akan ikut terdorong pertumbuhannya.