Dinsos Merangin Dorong Kemandirian Ekonomi SAD, 10 Persen Capai Kemandirian Finansial

LAMANJAMBI.COM — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Merangin terus berupaya mengoptimalkan pemberdayaan dan penyaluran bantuan sosial bagi warga Suku Anak Dalam (SAD).

Berdasarkan data terbaru, populasi SAD di Kabupaten Merangin saat ini tercatat sebanyak 1.129 jiwa yang tersebar dalam 344 Kartu Keluarga (KK). Angka ini dilaporkan terus bertambah seiring dengan pernikahan baru dan bertambahnya anggota keluarga di beberapa kelompok.

​Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Dinas Sosial Kabupaten Merangin, Azrul Affandi, mengungkapkan bahwa dinamika sosial dan ekonomi warga SAD saat ini sangat dinamis. Salah satu fenomena menarik yang menyita perhatian adalah munculnya kelompok SAD yang telah mandiri secara finansial.

Baca Juga :  Sebagai Tanda Jasa, Panglima TNI Naikkan Pangkat 3 Anggotanya yang Tewas ditembak KKB di Papua

​”Memang benar sebagian warga SAD saat ini sudah memiliki kemampuan finansial yang cukup mapan. Persentasenya sekitar 10 persen dari total populasi SAD yang ada di Merangin,” ujar Azrul.

​Meski beberapa SAD telah mencapai kemandirian ekonomi, Azrul menjelaskan bahwa ketimpangan finansial tersebut tidak menimbulkan gesekan atau dampak sosial negatif di internal komunitas SAD. Hubungan antar-warga tetap berjalan harmonis.

Baca Juga :  ​Nestapa Rimba: Ruang Hidup Suku Anak Dalam Kian Terhimpit

​Namun demikian, terkait program graduasi atau pemberhentian bantuan sosial secara mandiri bagi warga SAD yang telah mampu, Dinsos mengaku belum dapat menerapkannya.

​”Untuk program graduasi secara mandiri saat ini belum ada. Warga SAD yang sudah mapan sekalipun masih tetap berharap mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah,” tambahnya.

Disisi lain, hubungan kemitraan antara warga SAD dengan pihak korporasi swasta, khususnya sektor perkebunan di Merangin, Azrul menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada bentuk kerja sama kemitraan ekonomi yang bersifat jangka panjang atau struktural.

Baca Juga :  Buru Pelaku Pembuangan Bayi, Polisi Sebut ada Ibu Muda minta Obat Keguguran

​Sejauh ini, kontribusi korporasi swasta seperti PT SAL dan PT KDA baru terbatas pada penyaluran bantuan sosial dasar.

“Bantuan tersebut berupa jaminan hidup (jadup) seperti pemenuhan kebutuhan sembako serta bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak SAD,” imbuhnya. (*)