Wagub Sani Dorong Kerajinan Jambi Tembus Pasar Digital ​

LAMANJAMBI.COM – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk menjadikan produk kerajinan lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus benteng pelestarian budaya.

​Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jambi Tahun 2026 di Ev Garden, Kota Jambi, Kamis (29/10/2026).

​Sani menyampaikan, keberagaman produk seperti batik Jambi, tenun, hingga anyaman memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang amat tinggi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada 2025 yang mencapai 4,93 persen—naik dari 4,50 persen di tahun 2024—tak lepas dari kontribusi industri kerajinan lokal.

Baca Juga :  Minta PT PAL ditutup, Puluhan Mahasiswa Sungai Gelam Geruduk Kantor Bupati

​”Dekranasda harus menjadi wadah pembinaan agar perajin mampu menghasilkan produk berkualitas, inovatif, dan berdaya saing. Pemanfaatan teknologi digital serta perluasan akses pasar harus terus didorong,” ujar Sani.

Baca Juga :  Diberi Kejutan, Pemulung di Sukabumi Menangis dan Pingsan di Pelukan Jendral Polisi

​Rakerda tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, serta jajaran pengurus kabupaten/kota. Dalam perhelatan ini, disaksikan pula penandatanganan kerja sama antara Dekranasda dan TP-PKK Provinsi Jambi dengan Balai Penelitian Vokasi dan Produktivitas Padang, hingga penyerahan penghargaan Inacraft Awards 2026 dan Kriya Nusa.

​Hesnidar Haris menekankan pentingnya posisi perajin sebagai pelaku utama. Ia menyebutkan bahwa membatik, menenun, dan menganyam adalah warisan leluhur yang wajib dijaga agar tak punah.

Baca Juga :  MBZ Dapat Nomor Urut 3, Masnah Busro Sebut Nomor 3 Adalah Keberuntungan

​”Sebagai bentuk komitmen nyata, bantuan telah disalurkan kepada pelaku UMKM kriya dan kuliner. Setiap kabupaten/kota mendapat alokasi bantuan untuk 10 UMKM,” ungkap Hesnidar.

​Ia juga mendorong Dinas Pariwisata untuk mengintegrasikan promosi kriya lokal ke dalam setiap materi promosi wisata daerah guna mendongkrak kunjungan wisatawan dan kesejahteraan perajin.