Diduga Serangan Jantung, Sopir Truk Batubara asal Merangin ditemukan Tewas di Mobil

LAMANJAMBI.COM, — Darmansyah Bin Ngatiman (41) seorang truk batubara asal Desa Karang Birahi Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi ditemukan tewas didalam truk bawaannya.

Pria berkaos oblong itu ditemukan saat kondisi jalan tengah macet. Karena tak jauh dari TKP, ada kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Informasi yang dihimpun, disaat macet itu, tiba-tiba truk yang dibawa korban dengan nomor polisi BH 8035 FA menabrak bagian Belakang Truk box expedisi. Setelah itu supir truk box expedisi memeriksa Keadaan kendaraannya dan dilihat mobil tersebut tidak mengalami Kerusakan kemudian mobil box expedisi tersebut melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  Halal bi Halal PAscalebaran, Gubernur Al Haris Minta ASN Bekerja Maksimal Hadapi Tantangan Global

Namun mobil korban tidak turun dari mobil. Karena kendaraan tersebut tak bergerak dan sopir terlihat terbaring, warga setempat langsung mendatangi mobil itu. Setelah di cek, ternyata korban sudah tak bernyawa lagi. Atas temuan itu, warga langsung melaporkan ke Polsek Jaluko.

Kapolres Muaro Jambi melalui Kasi Humas Polres Muaro Jambi AKP Suryadi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga :  Tercepat Sampaikan LKPD, BPK RI Perwakilan Jambi Apresiasi Pemkab Muaro Jambi

“TKP nya di Jalan lintas Desa Mendalo Darat Rt 01 Rw 01 Kec. Jambi Luar Kota Kab. Muaro Jambi (Perbatasan Gapura Mendalo – Simpang Rimbo,” kata Suryadi.

Didalam mobil petugas menemukan obat – obatan berupa Bodrek, Fenamin 500 MG, Diapet 1 Papan, Brocon, satu bungkus cotton bath, dmpet warna Coklat Merek Levis, Cas Hp warna Putih, satu Lembar Surat DO Batu Bara. Kemudian tas Hand Bag (Tas Selempang) warna hitam, Hp Oppo Warna Hitam serta uang Cas Rp. 750.000.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jambi Apresiasi Pemprov Pertahankan Predikat WTP ke 12 kalinya

Setelah dipertemukan dengan pihak keluarga, mereka meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan visum dan otopsi. Karena kemungkinan korban mengalami serangan jantung.

“Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah sakit dan dijemput oleh pihak keluarga,” kata Suryadi. (*)