Kelestarian Alam Jangkat di Masa Pertaruhan

MERANGIN – Provinsi Jambi belum mampu menjadi destinasi wisata utama nasional. Dianugerahi banyak potensi, mulai potensi wisata alam, budaya, hingga sejarah. Namun Jambi tak kunjung diperhitungkan di blantika wisata Indonesia.

Khusus Jambi bagian Barat, hanya potensi wisata Kerinci dan Merangin yang betul-betul patut diandalkan. Spot utamanya adalah Kerinci dan Jangkat di Kabupaten Merangin. Lebih tepatnya di kawasan kaki Gunung Masurai.

Di Jangkat misalnya. Banyak danau yang sangat indah. Danau Pauh, Danau Depati Empat, Danau Tinggi, Danau Kecik, hingga Danau Kumbang dan Danau Mabuk di puncak Gunung Masurai.

Belum lagi sederet air terjun yang eksotis. Air terjun Dukun Batuah, Sungai Hitam, Talang Tembago, dan banyak yang lain. Itu pun sebagian kecil dari ratusna spot indah lainnya.

Namun, di tengah potensi yang tak kunjung dimaksimalkan itu, ancaman nyata sudah di depan pintu. Penambangan emas tanpa izin atau PETI sudah masuk merambah kawasan kaki Gunung Masurai yang dikenal dengan keindahannya yang luar biasa.

Baca Juga :  Tekel Keras Kaki Anggota Kodim, Hasren Adu Jotos dengan Pratu Apriandi. Tonton Video Keributannya

Sejatinya, sudah pernah dilakukan operasi penindakan. 19 Juni lalu, dua unit ekskavator diamankan dari bilangan Desa Koto Tapus di Kecamatan Jangkat Timur. Namun bukan berarti masalahnya selesai.

“Dua alat (yang diamankan) itu belum kerjo. Masih di luar. Ado beberapo alat yang kerjo di dalam, itu malah dak ditangkap. Kami curiga ado main mato aparat dengan bos PETI yang main di dalam,” ujar SP (31), warga setempat yang mengaku mengetahui aktivitas PETI di Jangkat Timur, Jumat (11/6).

Kabar dari warga lainnya, ada alat ekskavator yang sudah masuk ke hutan adat di kawasan Sungai Ampar. Dua alat itu disembunyikan di wilayah Desa Beringin Tinggi untuk menghindari penangkapan.

Baca Juga :  Edi Purwanto Minta Doa dan Kemudahan ketika Duduk di DPR-RI

“Mereka katanya cuma menghargai operasi gabungan itu. Nunggu waktu yang pas untuk masuk lagi. Sementara disembunyikan di wilayah Beringin Tinggi,” ujar sumber media ini.

Menariknya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, tak menampik maraknya PETI di Merangin. Saban hari lalu, ia mengatakan butuh strategi yang sangat hati-hati dan kerja yang penuh perhitungan untuk memberantas PETI.

Saat mengisi diskusi dengan kader GP Ansor se-Provinsi Jambi, ia mengatakan butuh dukungan masyarakat untuk pemberantasan PETI di lapangan. Secara tersirat pula, dari ucapan kapolda, dapat ditangkap bahwa tak sedikit oknum aparat yang mungkin terlibat dalam kegiatan ilegal ini.

Ketua GP Ansor Merangin, Muhlisin, kepada Kapolda Jambi mengatakan pemberantasan PETI di Jangkat dan Jangkat Timur masih sangat mudah dilakukan. Asalkan aparat benar-benar berniat serius untuk menyelamatkan dua kecamatan yang sangat indah ini.

Baca Juga :  Dirjen Minerba Bersurat, Edi Purwanto : Pertimbangkan Juga Nasib Rakyat

“Kami punya 24 kecamatan di Merangin. Setidaknya dua kecamatan itu, Jangkat dan Jangkat Timur masih sangat bisa diselamatkan. Tolong segera ditindak. Kami bersama masyarakat siap bantu di lapangan,” sebutnya.

Momentum terbaik penindakan adalah pergantian Kapolres Merangin. Dimana, menurut sumber di Polres Merangin, Kapolres Merangin yang baru, AKBP Kiki Firmansyah Efendi, akan masuk per 15 Juli nanti.

“Kemarin kita sudah cukup bisa berharap sama Pak Roni (AKBP Roni Syahendra). Sayang sekali beliau pindah cepat ke penugasan lain. Kami harap kapolres baru serius untuk urusan ini,” tutupnya.(tim)