Dukung Pembangunan Jalur Khusus Batubara, DPRD Provinsi Jambi Minta Daerah Harus Dapat PAD

Adv, BERITA, INFORMASI, JAMBI78 Dilihat

LAMANJAMBI.COM, — Pemerintah Provinsi Jambi berencana akan membantu jalur khusus untuk batubara.

Nantinya jalan khusus tersebut akan dibangun sepanjang 32 Km. Lokasinya dari Desa Kotoboyo hingga Kilangan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Pembangunan jalan ini akan menggunakan dana APBD.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Ahmad Fauzi Ansori mengapresiasi rencana pemerintah tersebut.

“Saya kira pemerintah sudah ambil langkah untuk memfasilitasi pembangunan jalan khusus angkutan Batu Bara sesuai statement pak Gubernur. Kita mendukung itu segera dilakukan,” kata Ahmad Fauzi Ansori.

Baca Juga :  Dibawah Kepemimpinan Bachyuni Deliansyah, Angka Kemiskinan di Muaro Jambi Menurun

Politisi dari Partai Demokrat Dapil Sarolangun-Merangin ini menyebut jika dirinya meminta kepada pihak perusahaan Batu Bara di Provinsi Jambi agar dapat mengikuti Surat Edaran Kementrian ESDM dan Gubernur Jambi agar tidak melanggar waktu operasional yang sudah ditetapkan.

“Kita mendorong pemerintah tetap lakukan pengawasan agar kemacetan angkutan Batu Bara di jalan umum bisa dikurangi,” ungkapnya.

Hal itu juga diungkapkan oleh anggota DPRD lainnya, yaitu Abunyani dari Fraksi Partai Gerindra. Dia sangat mengapresiasi rencana tersebut, namun dia kurang setuju jika pembangunan jalan tersebut menggunakan dana APBD.

Baca Juga :  Hadiri HUT PGRI, Edi Purwanto Dorong Kesejahteraan Guru Honorer Lewat P3K

Jika menggunakan dana APBD, maka pemerintah harus membuat hitung-hitungan yang matang. Jalan tersebut harus memperoleh PAD, karena jalan itu bertujuan untuk bisnis. Jika tidak, maka pihak perusahaan yang menikmati.

“Kita usulkan Gubernur buat Pergub konsepnya mengatur setiap mobil angkutan Batubara dikenakan tarif. Dari tarif itu bisa menjadi PAD kita. Jika hanya bangun jalan khusus untuk mengurai kemacetan tidak bisa tingkatkan PAD lebih baik Batubara nya disetop,” tegas Abunyani.

Baca Juga :  Apes, Pencuri Sepeda Motor Bonyok dihajar Massa

Skemanya nanti, Pemerintah harus minta setiap satu mobil Batubara dikenakan tarif minimal Rp50 ribu per hari, Jika dikalikan 5000 mobil Batubara beroperasi di Jambi bisa hasilkan pendapatan 250 juta setiap hari dan bisa meningkatkan PAD untuk Pemerintah Provinsi Jambi.

“Saya akan tolak pembangunan jalan khusus Batubara jika tidak ada skema untuk tingkatkan PAD yang disiapkan oleh Pemprov Jambi. Apa gunanya bangun jalan khusus hanya dilewati segelintir perusahaan Batubara namun tidak ada kemasukan untuk Pemprov,” tegasnya. (*)