Akibat Gatal-gatal, Seorang Warga Sumsel Merampok Toke Sawit di Jambi

LAMANJAMBI.COM — Seorang toke sawit asal Tanjabtim dirampok di Muaro Jambi. Saat itu dia hendak pulang dari Kota Jambi. Saat pulang ke Tanjung Jabung Timur, korban berhenti di sebuah rumah makan yang berada di Desa Baru Kecamatan marosebo Kabupaten Muaro Jambi.

Saat sedang makan, korban melihat ada dua orang yang mendekati mobilnya. Memiliki firasat yang tidak enak, korban langsung mendekati mobil dan ternyata benar dua orang yang ia curigai tersebut telah mengambil tas yang berisikan uang yang diambil di Bank.

Dengan sigap korban langsung menarik pelaku sehingga uang yang diambil pelaku berserakan dijalan. Sementara korban bergulat dengan pelaku.

Baca Juga :  Keterlaluan, di Merangin ada ASN yang Terima PKH, Sekda Minta Dinsos Cek

Beruntung ketika kejadian banyak warga yang membantu korban sehingga uang korban yang berserakan bisa diselamatkan dan pelaku bisa diamankan.

Kapolsek Marosebo, IPTU Wiwik Utomo ketika dikonfirmasi menyebut jika pelaku yang diamankan ini merupakan spesialis pencuri dengan modus mengikuti korban dari bank. Selanjutnya korban memecahkan kaca mobil korban dengan alat yang telah disiapkan.

“Berdasarkan keterangan pelaku, dia telah dua kali melakukan aksinya di provinsi Jambi. Pertama di Kota Jambi dan kedua di Marosebo,” kata Wiwik Utomo.

Setiap kali beraksi, pelaku yang berhasil diamankan ini selalu menjadi eksekutor, sementara temannya hanya sebagai joki.

Baca Juga :  Wagub Sani Tutup Porprov 2023

Untuk kejadian di Desa Baru, korban merupakan toke sawit asal Tanjung Jabung Timur yang baru saja mengambil uang di kota Jambi.

“Semua uang yang ada didalam mobil sekitar Rp 150 juta. Alhamdulillah bisa diselamatkan semuanya,” kata Wiwik.

Sementara itu, Suwandi (40) yang merupakan warga Rt. 01 Rw. 02 Kelurahan Kandis II Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan menyebut jika dirinya sengaja datang ke Jambi untuk mencari pekerjaan.

Namun setelah sekian lama di Jambi dia tidak mendapatkan pekerjaan.

Karena terdesak ekonomi dan mengobati penyakit gatal-gatal dihampir seluruh tubuh, korban nekat melakukan aksi perampokan. Awalnya pada bulan ramadhan lalu, dimana dia beraksi di kota Jambi dengan modus yang sama.

Baca Juga :  Sempat Tertunda, Akhirnya DPRD Provinsi Setujui KUPA dan PPAS 2023

Pada kejadian pertama, pelaku berhasil mengambil uang korban senilai puluhan juta rupiah. Uang itu dibagi dua dengan temannya.

“Uang itu untuk berobat. Keno gatal-gatal. Selain itu kasih anak bini di kampung,” kata Swandi.

Pengakuannya, dia mengidap penyakit gatal-gatal (kurapan,red) sudah menahun. Tak ada obat yang cocok untuk dia, sementara uang sudah banyak habis.

Karena uang sudah habis, dia berinisiatif untuk mencari uang banyak dengan waktu yang singkat. (*)