PPP Merangin Santuni Santri Tahfidz dan Anak Yatim

MERANGIN – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Merangin ‘menguatkan akar’ dalam merayakan milad partai. Yakni kembali ke pesantren dan pondasi umat Islam.

Minggu (1/2) PPP menyantuni 77 orang santri tahfidz quran dan anak yatim. Kegiatan dipusatkan di pondok putra Pondok Pesantren Tahfidz Quran Azzakariyah, Desa Muaro Panco Timur Kecamatan Renah Pembarap, Merangin.

Ketua DPC PPP Merangin, Idham Khalid, merefleksi kembali lahirnya PPP. Dimana tahun 1973, tepatnya 53 tahun lalu, partai berlambang ka’bah ini lahir sebagai fusi atau gabungan dari empat partai Islam yang ada saat itu.

Baca Juga :  Bunda PAUD Muaro Jambi Sosialisasikan Wajib BelajarPra Sekolah

“Jadi sudah sewajarnya kita PPP terus menguatkan akar kita, karena PPP memang lahir dari aspirasi politik atau syiyasah umat Islam Indonesia,” ujar Idham.

Ia katakan, santuan yang diberikan diharapkan membuat santri tahfidz semakin termotivasi belajar quran. Anak yatim juga diharapkan selalu merasa terayomi karena memelihara anak yatim adalah kewajiban umat.

Baca Juga :  Imformasi Mudik Lebaran. Hati-hati ada Puluhan Lokasi Rawan Kecelakaan di Muaro Jambi, Ini Titiknya

Ia katakan, momentum ini sangat penting. Selain milad partai, juga bertepatan dengan milad-100 Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia. Semakin istimewa pula bersamaan merayakan isra’ mi’raj Rasulullah dan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.

Oplus_16908288

Wakil Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Nilwan Yahya, mengatakan Ketua DPW Muhammad Fadhil Arief jauh-jauh hari merencanakan hadir langsung pada acara ini. Hanya saja, Fadhil, Bupati Batang Hari, yang memang dekat dengan kultur pesantren, tetiba ada agenda penting yang tak dapat diwakilkan.

Baca Juga :  Kreeeenn, Kominfo Muaro Jambi Raih Peringkat Kedua Atasi Blankspot

“Karena beliau menyampaikan permohonan maafnya karena tidak bisa hadir langsung. Beliau sangat ingin hadir. Pak Fadhil itu paling nyaman berada di tengah santri,” sebut Nilwan yang juga mantan Wakil Bupati Merangin.

Acara ini dihadiri beberapa pimpinan pondok pesantren, para ulama, dan beberapa kepala desa setempat. Puluhan orang wali santri juga turut hadir mendampingi anak-anaknya.(Tim)