Maut di Lubang PETI, Seorang Operator Alat Berat Tertimbun

LAMANJAMBI.COM — Sebuah insiden kecelakaan kerja maut diduga terjadi di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kawasan Pasar Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Minggu (1/11/2026) sore.

​Seorang operator excavator dilaporkan tertimbun material tanah saat aktivitas penambangan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Informasi yang dihimpun menyebutkan, satu unit excavator merek Sunny tertimbun runtuhan galian.

​Hingga berita ini diturunkan, operator yang berada di dalam kabin alat berat tersebut belum ditemukan. Proses pencarian berlangsung dramatis dengan mengerahkan sekitar delapan unit excavator untuk mengeruk material tanah di lokasi kejadian.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Usul Nama-nama Pimpinan ke Kemendagri

​”Iya, Bang, sampai sekarang belum ketemu juga. Padahal sudah dibantu dengan delapan unit alat berat excavator, tetapi korban belum berhasil ditemukan,” ungkap seorang warga setempat.

​Selain dugaan insiden tertimbunnya pekerja, aktivitas penambangan menggunakan alat berat ini menuai sorotan tajam terkait legalitasnya. Sejumlah warga menyebut aktivitas PETI tersebut diduga dikelola oleh seseorang berinisial NN, yang dikabarkan langsung meninggalkan lokasi pascakejadian.

Baca Juga :  Fashion Show Kepala OPD, Kepala BPKAD Muaro Jambi Keluar Jadi Juara

Sementara itu, lahan yang dijadikan lokasi penambangan disebut-sebut milik seseorang yang berinisial Chan, yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD.

​Keterangan warga ini masih memerlukan investigasi serta konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang guna memastikan status kepemilikan maupun pihak yang paling bertanggung jawab.

Baca Juga :  Tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama Ponpes oleh Management Athaya Garden Meriah.

​Aparat penegak hukum didesak untuk segera turun tangan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), memastikan nasib korban, serta menyelidiki legalitas aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum penegakan hukum yang tegas terhadap maraknya praktik PETI demi mengutamakan keselamatan kerja dan mencegah terulangnya insiden serupa. (*)