LAMANJAMBI.COM – Program Makanan Gizi Gratis (MBG) kebanggaan Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Jambi mulai makan korban. Ratusan siswa di Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Kecamatan Sekernan keracunan.
Keracunan ini diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu soto dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa mengalami mual, muntah, sakit kepala hingga sesak nafas.
Sejak sore hingga malam, setidaknya ada 102 orang anak-anak yang telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Ripin Sengeti. Bahkan ada yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi.
Parahnya, tak hanya siswa saja yang keracunan, namun guru, orangtua hingga bayi pun tak luput menjadi korban. Mereka yang keracunan diluar sekolah karena sisa makanan MBG itu dibawa pulang kerumah oleh siswa.
“Pulang sekolah, anak-anak bilang sakit perut, kemudian muntah,” kata orangtua dari anak yang mengalami keracunan.
Awalnya dia tidak mengira jika gejala ini bersumber dari MBG, namun setelah ditanya kepada orangtua yang lain, ternyata anak mereka juga mengalami hal yang sama.
“Kami tanya sama anak, disekolah makan apa,katanya cuman makan soto yang dikasih guru,” katanya.
“Sekitar jam sebelas siang masih normal. Setelah makan di sekolah dan sampai rumah, anak saya muntah-muntah. Bibirnya sampai biru, badannya gemetaran,” kata orang tua yang lain.
Mengetahui adanya informasi itu, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS) langsung turun kelapangan untuk memantau kondisi tersebut.
Didampingi Wakilnya, Sekda Budhi Hartono, Kadis Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali dan sejumlah kepala OPD, BBS langsung berkomunikasi dengan orangtua korban dan korban itu sendiri. Dalam kesempatan itu, BBS memastikan seluruh biaya pengobatan korban keracunan ditanggung pemerintah daerah.
“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama kami saat ini. Untuk sementara, pengobatan akan diberikan secara gratis kepada seluruh korban,” kata BBS.
Sementara itu, terkait penindakan SPPG, mekanisme lebih lanjut akan disusun pemerintah daerah. Fokus utama saat ini tetap penanganan kesehatan masyarakat, agar seluruh korban mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat.
Pemerintah daerah menghimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan medis agar proses pemulihan berjalan lancar.
Adanya peristiwa itu membuat Polisi bergerak cepat untuk mengusut kasus siswa keracunan setelah mengkonsumsi soto dari MBG. Langkah awal yang diambil adalah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi oleh siswa.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan melalui Kasat Reskrim Kompol Hanafi Dita Utama menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat melakukan penyelidikan.
“Kami sedang meminta keterangan dari pihak sekolah dan SPPG. Untuk sampel makanan yang masih utuh dan sisa sudah kami ambil,” ujar Kompol Hanafi dalam keterangannya kepada media.
Ia menegaskan, kasus ini akan ditindaklanjuti secara serius dengan melibatkan pihak berwenang lainnya.
“Kami akan tindak lanjuti dan berkoordinasi dengan BPOM untuk melihat apakah ada pelanggaran Undang-Undang Kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Akbar Amrullah dari Yayasan Aziz Rukiyah Amanah, sebagai pengelola SPPG ini mengklaim semua makanan yang disajikan telah sesuai aturan dan standar operasional. Dan menu yang disajikan kepada siswa merupakan soto.
Ketika disingung mengenai makanan yang sudah basi dan daur ulang, Amrullah langsung membantah hal itu.
“Sudah sesuai aturan. Kita juga masih mendata. Total kita layani 28 sekolah,” ucap Akbar Amrullah, Kepala SPPG Sengeti. (*)










