Jalan Padang Lamo Kian Memprihatinkan, DPRD Jambi Dorong Perbaikan Strategis

LAMANJAMBI.COM – Kondisi Jalan Padang Lamo yang semakin rusak parah kembali menjadi sorotan publik. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan bahwa perbaikan jalan penghubung vital antarwilayah ini tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui langkah strategis dan terukur.

Menurut Ivan, terdapat tiga skema utama yang dapat ditempuh untuk mempercepat perbaikan Jalan Padang Lamo. Pertama, melalui penggelontoran anggaran proyek multiyears oleh Pemerintah Pusat. Skema ini dinilai memungkinkan perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mengingat APBD Provinsi Jambi maupun Kabupaten Tebo tidak mampu menanggung beban di tengah defisit anggaran.

Baca Juga :  Jabatan Berakhir, Masnah Pamit. Ini Kata-katanya

Kedua, perubahan status Jalan Padang Lamo menjadi jalan nasional. Dengan status tersebut, penanganan akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, sehingga diharapkan pembangunan dapat dilakukan dengan kualitas dan anggaran yang lebih besar.

Ketiga, melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yang dinilai bisa menjadi solusi alternatif di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Ivan menekankan bahwa Jalan Padang Lamo bukan sekadar jalur alternatif, melainkan urat nadi penghubung dua provinsi, Jambi dan Sumatera Barat, serta dua kabupaten, Tebo dan Dharmasraya. Perannya sangat strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jambi Hadiri Serah Terima Jabatan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jambi

Ia juga menyinggung insiden putusnya akses Jalan Jujuhan di Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu, yang menjadi pelajaran penting akan urgensi keberadaan Jalan Padang Lamo. “Kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menghambat laju perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jambi, panjang Jalan Padang Lamo mencapai sekitar 110 kilometer. Pemerintah provinsi merencanakan penanganan jangka panjang melalui APBD dengan skema kontrak multiyears. Jalan akan dibangun dengan spesifikasi lebar 7 meter, bahu jalan masing-masing 1 meter, serta sistem drainase memadai. Kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp400 miliar.

Baca Juga :  Gubernur Haris Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter

Dengan berbagai opsi yang ada, Ivan berharap pemerintah segera menentukan langkah konkret agar perbaikan Jalan Padang Lamo tidak lagi tertunda. Ia menegaskan, keberadaan infrastruktur jalan yang layak bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)