Status Dicabut, Bachyuni Minta Masyarakat Waspada

LAMANJAMBI.COM — Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi secara resmi telah mencabut status siaga darurat penanganan bencana Hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Meski telah dicabut pada 30 Maret lalu, namun tidak menutup kemungkinan akan kembali terjadi banjir.

Pj Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah menyebut, masyarakat Kabupaten Muaro Jambi diimbau agar tetap selalu waspada.

Baca Juga :  Datangi Kantor DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto akan Mediasi Komplik Lahan di Pematang Bedaro

Karena, kata dia, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, bahwa saat ini wilayah Kabupaten Muaro masih berada pada masa Pancaroba atau musim peralihan.

“Walaupun statusnya dicabut, tentunya kita tetap harus , mengingat potensi hujan akan terus berlanjut pada bulan April hingga Mei tahun ini,” kata Bachyuni.

Baca Juga :  Masnah Busro Hadiri Pelantikan 7 Pemangku Adat Taman Rajo

Katanya, bahwa pihak BPBD Kabupaten Muaro Jambi telah menyiapkan langkah antisipasi dengan tetap menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk selalu siap dengan segala situasi yang tidak diinginkan.

Selain itu, pihaknya juga mendirikan posko utama penanganan bencana banjir di halaman kantor BPBD Muaro Jambi.

“Nanti ketika memang dalam keadaan mendesak dan memungkinkan kita sudah siap siaga,” katanya.

Baca Juga :  Kabinet Jambi Mantap dirombak, Hafiz Fattah Minta Pejabat Prioritaskan Kepentingan Masyarakat

Menurut dia, status siaga penanganan bencana Hidrometeorologi ini bisa saja kembali diaktifkan, tergantung segala situsasi dan kondisi yang terjadi di lapangan nantinya.

“Kepada masyarakat di Muaro Jambi khususnya yang berada di sempadan sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya. (*)