MERANGIN – Pilkada di Kabupaten Merangin berjalan relatif kondusif. Selama pelaksanaan pilkada, tidak pernah terjadi gesekan atau konflik di tengah masyarakat.
Hal itu sangat disyukuri oleh para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) besar di Merangin. Kondusifnya pilkada juga tak lepas dari kerjasama yang baik antar elemen, termasuk jajaran kepolisian.
“Alhamdulillah, kondusifnya Merangin sangat kita syukuri. Ini karena semua pihak menjadi perekat yang baik. Walaupun berbeda pilihan, tapi tidak pernah berkembang menjadi konflik,” ujar Buya Hadrami, Ketua PC NU Kabupaten Merangin.
Hal sama diakui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin, DR Joni Musa. Ia mengatakan perbedaan pilihan dan keberpihakan tidak sampai membuat pengkotakan di tengah masyarakat.
“Masyarakat Merangin memang luar biasa. Kita jusa sangat berterima kasih kepada seluruh muballigh yang tidak pernah bosan mengimbau pentingnya persatuan,” ujar kyai muda yang juga pendiri Pondok Pesantren Attafaqquh Fiddin ini.
Muhlisin, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Merangin, pun berkata senada. Ia katakan bahwa dinamika pilkada Merangin berlangsung sangat ketat. Pendukung kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Merangin bersikukuh dengan ikhtiar politiknya masing-masing.
Namun empat kali pilkada di Merangin sudah menjadi ujian yang matang bagi masyarakat bumi tali undang tambang teliti. Rekor tidak pernah konflik horizontal, ia katakan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Merangin.
“Pelaksanaan pilkada Merangin sangat kami banggakan. Empat kali kita melaksanakan pilkada langsung, tidak pernah terjadi gesekan di tengah masyarakat. Tidak pernah ada konflik. Ini kebanggaan bagi kami anak Merangin,” ujar Muhlisin.
Selasa (17/12) sore, para pimpinan ormas tersebut diketahui bertemu dengan jajaran Polda Jambi. Pertemuan digelar di salah satu café di bilangan Pematang Kandis, Bangko. Selain NU, MUI, dan GP Ansor, juga hadir Lembaga Adat Melayu (LAM) dan PD Muhammadiyah Merangin.(Tim)










