Jalan Jokowi ke Candi Muaro Jambi disetop. Warga Ngadu soal Batubara

LAMANJAMBI.COM, – Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Candi Muaro Jambi. Kamis (7/4).

Ketika tengah berada dikawasan percandian, Jokowi diteriaki oleh seorang warga.

Dalam video yang beredar, pria yang diketahui bernama Borju itu memberitahu jika kawasan candi Muaro Jambi sudah tidak aman. Situs candi Muaro Jambi sudah dikepung oleh industri.

“Pak Jokowi Selamatkan Kawasan Candi Muaro Jambi dari Stok file Batubara,” kata Borju.

Baca juga.

Baca Juga :  Sumarsen Minta UPT KIR Sungai Duren Segera diaktifkan

Seketika Jokowi langsung merespon dan bertanya dimana lokasinya.

“Dimana lokasinya,” jawab Jokowi.

“Itu diseberang. Desa Muaro Jambi,” jawab Borju lagi.

Seketika Gubernur Jambi H Al Haris langsung menjelaskan perihal tersebut kepada Jokowi.

“Bapak gubernur sudah berupaya. Semua sudah berupaya semoga petaka dikampung ini selesai. Cagar budaya dikelilingi industri pak Jokowi,” kata Borju lagi.

Baca juga.

Untuk diketahui menjadikan KCBN Muaro Jambi sebagai destinasi wisata super kualitas agaknya masih menemui rintangan. Peninggalan kejayaan peradaban kuno di Cagar Budaya Muaro Jambi masih terancam oleh stockpile industri tambang batu bara.

Baca Juga :  Majukan Dunia Pendidikan, Komisi IV Studi Banding ke Jawa Barat

Stockpile adalah tempat penumpukan batu bara. Batu bara di stockpile yang berada di KCBN Muaro Jambi itu didatangkan dari sejumlah daerah di Jambi, kemudian diangkut kapal tongkang lewat jalur perairan Sungai Batang Hari.

Di tengah menyisakan kejayaan peradaban masa lampau, situs Percandian Muaro Jambi yang menyandang predikat Cagar Budaya Nasional itu sudah lama terancam oleh aktivitas industri. Industri batu bara itu berada di dalam Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, terutama di kawasan sisi selatan seberang Sungai Batanghari di Desa Muara Jambi.

Baca Juga :  Hadiri Laporan Kinerja Tahunan, Edi Purwanto Support Bank Jambi Lakukan Inovasi

Bangunan candi yang menjadi saksi bisu peradaban masa lampau masih terkepung alat berat, pabrik, dan industri stockpile batu bara. Kawasan Cagar Budaya yang berada di sisi selatan Desa Muara Jambi itu seakan tak berdaya menghadapi stockpile batu bara sejak satu dekade terakhir. (*)

Komentar