Air PDAM Tak Kunjung Mengalir, Damkar Muaro Jambi Terjunkan Armada Tangki

​LAMANJAMBI.COM – Penderitaan warga Perumahan Kembar Lestari I Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi akibat krisis air bersih akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Setelah berbulan-bulan didera kondisi air mati total, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Muaro Jambi turun tangan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada mobil tangki, Minggu (12/4) malam.

​Puluhan ibu-ibu perubahan sangat antusias menyambut kedatangan armada tanki dark Damkar, deretan ember, jeriken, hingga drum plastik milik warga sudah berjejer rapi di sepanjang jalan perumahan menanti kedatangan “sang penolong” merah tersebut.

“Terimakasih banyak Damkar Kabupaten Muaro Jambi, akhirnya rumah kami ada air,” kata warga.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemprov Seleksi P3K

Menutut mereka, kondisi ini sudah melampaui batas kewajaran, sebab sudah lama air PDAM tidak mengalir kerumah. Untuk mendapatkan air, mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam setiap harinya dengan membeli air demi untuk sekadar memenuhi kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

​”Sudah berbulan-bulan kami seperti ini. Untuk masak dan minum kami beli air galon, tapi kalau untuk mandi dan mencuci, kami benar-benar kesulitan. Bantuan dari Damkar ini sangat menolong, meski sifatnya sementara,” ungkap warga.

Baca Juga :  Bawaslu Merangin Gelar Apel Siaga Pengawasan Masa Tenang

“Bayar terus, air tidak ngalir,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Damkar Muaro Jambi, Herman Susilo menyatakan bahwa pengerahan armada ini merupakan bentuk respons darurat atas laporan warga yang sudah kesulitan mendapatkan akses air bersih. Pihaknya berupaya melakukan distribusi secara merata agar seluruh warga di perumahan tersebut bisa kebagian.

Baca Juga :  Rasa Syukur Honorer Lulus PPPK Tahap I, BPKAD Muaro Jambi Gelar Syukuran

​”Kami mendapatkan laporan terkait krisis air di wilayah Kembar Lestari I. Hari ini kami instruksikan personel untuk membawa tangki air bersih ke lokasi guna meringankan beban warga,” jelas Herman.

​Meski bantuan air tangki terus mengalir, warga berharap pihak terkait—khususnya pengelola layanan air bersih—segera memperbaiki infrastruktur yang ada. Warga menginginkan adanya solusi permanen agar mereka tidak lagi bergantung pada bantuan tangki air yang jadwalnya terbatas. (*)