Pengukuhan Datuk Penghulu, Masnah Sebut Pimpinan Harus Tebal Kuping

Adv, BERITA, INFORMASI, JAMBI161 Dilihat

LAMANJAMBI.COM — Setelah menghadiri pengukuhan kades menjadi Datukm Penghulu dibeberapa kecamatan, kini Bupati Muaro Jambi Masnah Busro kembali menghadiri kegiatan serupa.

Kali ini Masnah menghadiri kegiatan pengukuhan lembaga adat di Kecamatan Sekernan. Dalam kegiatan kali ini, ada lima kepala desa yang dikukuhkan sebagai pemangku adat dan mendapatkan gelar Datuk Penghulu dan Nyai Penghulu.

Lima Kepala Desa yang dikukuhkan menjadi Datuk dan nyai Penghulu adakah Kades Kedotan, Kades Keranggan, Kades Barembang, Kades Bukit Baling, dan Kades Suko Awin Jaya.

Baca Juga :  Kurangi Beban Masyarakat, Nyi Faradilla Zahara Berikan Bantuan Korban Banjir

Selain pengukuhan kades menjadi Datuk dan nyai Penghulu, dalam kegiatan ini juga sekaligus pelantikan ketua TP PKK desa dan Bunda Paud desa.

Dalam kegiatan ini turut hadir kepala desa dilingkup Sekernan, pengurus lembaga adat, kepala OPD, camat dan masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Bupati Muaro Jambi Hj Masnah Busro dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para kades yang baru saja dikukuhkan sebagai pemangku adat dengan gelar Datuk dan Nyai Penghulu.

Baca Juga :  Lomba Kretaifitas Budaya dan Literasi, Kadis Pendidikan Dipasangkan Baju adat Jambi

“Datuk-datuk semua, amanah yang telah diberikan oleh masyarakat untuk Datuk selamat bekerja Datuk. Apapun permasalahan yang ada di desa datuk dan nyai kalau masalah itu dianggap masih kecil, masih bisa diselesaikan Desa selesaikan,” kata Masnah.

Kata Masnah, sebagai pemimpin memang banyak masalah. Terkadang masyarakat apa yang telah kita buat belum tentu akan berkenan di masyarakat. Akan tetapi, itu harus banyak sabar karena apa pemimpin itu tidak tidak ada yang tidak bermasalah pastilah ada permasalahan. Oleh karena itu, semua butuh sabar.

Baca Juga :  Mengandung Bakteri, BPOM akan Tarik Cokelat Kinder dari Pasaran

Tebalkan kuping, mungkin ada hal-hal kadang yang tidak enak didengar, tidak enak di hati, kita diamkan dan harus terima lebih lapang.

“Saya tidak pernah menanggapi. Saya tidak pernah masuk ke dalam hati karena kita menjadi pemimpin tentu ada yang tidak puas dihari masyarakat,” imbuhnya. (*)