Tak Kuat dibully, Seorang Siswa di Jambi Bunuh Adik Kelasnya

LAMANJAMBI.COM, — Seorang siswa SMPN 20 Satu Atap, Sungai Tebal, Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi tewas seketika setelah ditusuk kakak kelasnya.

Korban adalah IR (13) yang saat ini duduk dikelas VIII, sementara pelakunya adalah J (14) yang duduk di bangku kelas IX.

Informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah ini disebabkan karena korban sering mengejek (membully) pelaku.

Tak kuat dengan ejekan itu, dia membawa sebilah pisau kesekolah dengan maksud untuk memberikan pelajaran kepada korban.

Ketua Lembaga Adat Desa Sungai Tebal Yurani(65) saat dikonfirmasi mengatakan, jika kejadian tersebut terjadi dalam lingkungan sekolah korban.

“Yang kami tahu orangnya baik, kalau ada masalah saya rasa dak munkin. Karena dia murid yang pintar. Jugo dak pernah neko – neko almarhum itu. Kalau kejadian kami belum tahu pasti, soalnya kejadianya dalam lingkungan sekolah,”ungkap Yurani yang juga tetangga korban.

Baca Juga :  20 Warga Muaro Jambi Mengidap HIV AIDS, 10 Orang Menghilang

Dirinya sangat menyayangkan terjadi penusukan tersebut, selain dirinya menilai adanya kelalayan yang dilakukan guru dan pihak sekolah.

“Seharusnya guru harus tau kalau ada murid yang membawa sajam. Belum sempat penanganan korban sudah meninggal sekitar pukul 14.00 wib tadi,”sebutnya.

Sementara itu salah satu guru Ektra Kurikuler Yuda Pitrade yang ikut mengantar korban kerumah sakit menerangkan jika pelaku tersebut bernama Jay berkisar umur 14 tahun.

Baca Juga :  Pj Bupati Buka Festival Hasil Panen Belajar

“Tadi sudah diamankan pihak kepolisian dari polsek Masurai. Pelaku ini saya belum kenal betul, karena baru tiga hari pindah kesekolah ini. Sebelumnya pelaku ini diketahui pindahan dari Bengkulu. Tadi sempat kita bawa dulu ke klinik Sungai Tebal,”ungkapnya.

“Saya tidak tahu juga kejadian seperti apa, waktu kejadian saya masih pulang kerumah mandi, setelah kembali ke kantor saya lihat murid sudah panik. Ada yang hiang ada yang ditusuk, habis itu lansung saya bawa pakai motor ke klinik,”jelasnya.

Sementara itu Bidan Maryani kepala klinik Parsah Sungai tebal mengaku, kondisi awal saat dibawa ke klinik korban terlihat kondisinya masih baik.

Hal itu terlihat saat korban menuju ke klinik dari motor masih bisa jalan sendiri, bahkan saat mau diantar ke Rumah sakit Bangko, korban juga masih jalan kaki menuju mobil ambulan klinik.

Baca Juga :  Sukses jalankan KKS, Pj Bupati Terima Penghargaan Bergengsi dari Kementerian

“Pas dalam perjalanan saya lihat kondisinya menurun, karena terlihat beberapa kali dia bilang ke ibunya kalau tidak sampai dia minta maaf ke orang tuanya,”sebut Maryani.

Namun nyawanya tidak bisa tertolong, beberapa saat setelah mendapatkan perawatan di RSUD Kolonel Abunjani Bangko harus mengembuskan napas terakhir.

“Kalau darah tidak terlalu banyak keluar. Tapi tadi saya tanya dokter yang menangani, kata mereka pembulu darahnya pecah kedalam, jadi darahnya masuk kedalam tubuh,”jelasnya.(*)