at
LAMANJAMBI.COM — Guna mengentaskan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Muaro Jambi, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial memberikan paket sembako kepada mereka.
Ada ribuan masyarakat Kabupaten Muaro Jambi yang termasuk dalam keluarga miskin ektrim. Dan semuanya bakal diberikan bantuan. Namun untuk kali ini, pemerintah Kabupaten memberikan kepada masyarakat yang berada di Desa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Gelam.
Pemberian sembako bagi masyarakat miskin ekstrim dan kurang mampu ini dilakukan secara simbolis oleh Pj Bupati Muaro Jambi, Raden Najmi kepada perwakilan masyarakat.
Acara ini dihadiri, Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono, S.Sos. MT., Forkopimcam, anggota Dewan Fraksi PAN Dapil Sungai Gelam, Aidi Hatta, S.Ag., Kadis Sosial Muaro Jambi,Budy Rosa, Kadis Kominfo Muaro Jambi, M. FAISAL harahap,SE., Kadis PMD Muaro Jambi, Syaiful, Camat Sungai Gelam, Musliyadi, Kepala Desa Mekar Jaya, serta masyarakat setempat.
Penjabat Bupati Muaro Jambi, Raden Najmi, menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Sebanyak 132 paket bantuan sembako disalurkan kepada masyarakat yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem di Desa Mejar Jaya.
“Hari ini kita launching menyalurkan bantuan keluarga miskin ekstrem sebanyak 132 paket bantuan sembako, dan peresmian Gerai Datuk Kades Plus sebagaimana program yang selalu kami lakukan,” kata Raden Najmi.
Selain itu, Najmi juga menekankan bahwa program ini akan terus dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan terhadap masyarakat Muaro Jambi dengan mendorong peningkatan perekonomian dan meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem.
Dengan program-program ini, diharapkan masyarakat Muaro Jambi dapat merasakan manfaat langsung dari bantuan dan pelayanan Adminduk ke kantor kepala Desa yang diberikan, serta mendorong peningkatan taraf hidup dan kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. (*)










