Sertifikat Keluar, Pemkab Muaro Jambi Eksekusi Lapangan Akso Dano

LAMANJAMBI.COM –Lapangan sepakbola akso dano resmi menjadi milik pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Bahkan sertifikat sudah dikeluarkan oleh BPN.

Setelah keluarnya sertifikat lapangan aksodano oleh ATR BPN, akhirnya Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melakukan eksekusi terhadap lahan tersebut.

Eksekusi tersebut dipimpin langsung oleh Pj Bupati Muaro Jambi, Raden Najmi dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dilingkup pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Kejari, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya.

Petugas dilapangan mencabut plank-plank yang sebelumnya dipasang oleh kedua pihak kemudian mengganti dengan plank baru yang bertuliskan bahwa lahan ini milik pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Baca Juga :  MTQ Tingkat Provinsi Jambi ke 54 di Muaro Jambi Berakhir, Ini Pemenangnya

Pemasangan plank tersebut dilakukan karena Pemkab Muaro Jambi telah memenangkan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap dengan pihak yang bersengketa. Putusan tersebut tertuang dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 3580 Tahun 2023 dan sertifikat dengan NIB 06.10.000001255.0 tentang penggunaan Lapangan Akso Dano Sengeti

Pj Bupati Muaro Jambi Raden Najmi menyampaikan di area lapangan Akso Dano Kelurahan Sengeti yang saat ini masih terlihat semak belukar, nantinya akan dibangun sarana olahraga. Seperti, lapangan Futsal, Jogging track, basket, ruang terbuka hijau, tempat jajan kuliner dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Upacara HUT RI ke-79, Edi Purwanto Bacakan Teks Proklamasi

“Ibukota kita ini kan sangat jauh tertinggalnya dari kecamatan lain, makanya saya ingin di pusat ibukota ini ada wajah baru. Insyaallah akan kita bangun itu,” kata Raden Najmi.

Raden Najmi menambahkan selain menyulap lapangan Akso Dano, Pasar Tradisional Sengeti tak luput juga dari perhatian Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Dimana saat ini diperuntukkan untuk pasar tradisional, pada tahun depan nantinya akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemprov Seleksi P3K

“Pasar yang baru kan sudah kita bangun. Nah kedepannya, pasar baru itu kita manfaatkan untuk para pedagang, dan pasar lama akan kita jadikan RTH. Jadi ada Dua Icon Baru di Pusat Ibukota Sengeti ini yang bisa dijadikan tempat wisata bagi masyarakat,” imbuhnya. (*)