Survei LSI, Haris Menang di 5 Dapil, Romi Hanya di Sabak dan Tungkal

LAMANJAMBI.COM — Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi pada pemilu 2024 mendatang.

Dari dua kandidat yang bertarung yaitu Romi dan Haris. Elektabilitas Haris- Sani jauh diatas pasangan Romi Hariyanto-Sudirman.

Dalam pemaparan kepada pers, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI, Toto Izul Fatah, menjelaskan bahwa survei yang dilakukan dari tanggal 1 hingga 9 Oktober 2024, menunjukkan Al Haris-Sani memimpin dengan elektabilitas sebesar 44,5 persen, sedangkan paslon nomor urut 1, Romi-Sudirman, berada di angka 30,6 persen. Dengan selisih 14 persen, Toto menyebut peluang Al Haris-Sani untuk menang sangat terbuka lebar.

Baca Juga :  Ririn Novianti Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

“Melihat selisih elektabilitas yang cukup signifikan, potensi kemenangan Al Haris-Sani dalam Pilgub Jambi 2024 sangat kuat. Dengan waktu kurang dari dua bulan sebelum hari pemilihan, sulit bagi paslon nomor 1 untuk mengejar ketertinggalan, kecuali ada dinamika politik besar yang terjadi,” ujar Toto.

Ada beberapa faktor penentu kemenangan pasangan nomor dua ini, yakni dukungan elektabilitas yang solid, distribusi dukungan untuk pasangan ini merata di berbagai segmen demografis, seperti suku, gender, tingkat pendidikan, dan pendapatan. Selain itu, Al Haris-Sani juga memiliki keunggulan di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Provinsi Jambi.

Baca Juga :  HBA Dukung Festival Serayo oleh FKM-JKS

“Salah satu indikator kemenangan seorang calon adalah dukungan yang merata di berbagai segmen masyarakat. Pasangan Al Haris-Sani telah menunjukkan indikator ini dengan kuat,” tambahnya.

Selain itu, tingkat pengenalan dan kesukaan publik terhadap Al Haris dan Abdullah Sani juga sangat tinggi. Al Haris sudah dikenal oleh 85,5 persen responden dengan tingkat kesukaan mencapai 69,6 persen. Sementara itu, Romi Hariyanto hanya dikenal oleh 58,3 persen responden. Menurut Toto, pengenalan kandidat yang tinggi secara langsung berpengaruh terhadap peluang kemenangan.

Baca Juga :  Banjir di Muaro Jambi Terus Meluas, Bachyuni Deliansyah Imbau Masyarakat Hati-hati

“Tingkat pengenalan dan kesukaan merupakan faktor penting dalam pemilihan. Kandidat dengan tingkat pengenalan yang rendah akan sulit untuk menang, sementara yang pengenalannya tinggi cenderung lebih berpeluang,” tegas Toto.

Menurut Toto, hampir 49,4 persen pemilih masih berkategori pemilih cair atau soft supporter—pemilih yang sudah menentukan pilihan tetapi masih bisa berubah.

“Pemilih cair dan yang belum menentukan pilihan masih menjadi lahan tak bertuan. Untuk memenangkan kelompok ini, kandidat harus memiliki pengenalan dan kesukaan yang tinggi serta menawarkan program yang konkret dan menarik,” imbuhnya. (*)