Besok Sekolah Tatap Muka Mulai Berlaku, Dinas Kesehatan Muaro Jambi Sebar Puluhan Ribu Masker

LAMANJAMBI.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi membagikan puluhan ribu masker ke sekolah-sekolah seiring dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesehatan para siswa tetap terjaga setelah sepekan sebelumnya harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap dan lonjakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, dr Aang Hambali, menegaskan bahwa penyiapan dan pembagian masker ini menjadi langkah krusial dalam mengawal pembukaan kembali sekolah tatap muka.

​”Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, kami menyalurkan sekitar 65 ribu lembar masker yang diperuntukkan bagi murid TK hingga SMP,” ujar dr Aang Hambali.

​Penyebaran puluhan ribu masker tersebut dilakukan meny meny Menyusul kualitas udara di wilayah Muaro Jambi yang dinilai mulai kembali normal.

Baca Juga :  Raden Najmi Serahkan 9 Ambulance kepada Puskesmas di Muaro Jambi

Masker tersebut didrop dimasing-masing puskesmas yang ada diwilayah Muaro Jambi. Pihak sekolah wajib datang ke puskesmas dengan membawa data dari sekolah.

“Maskernya diambil di puskesmas setempat dengan membawa data dari sekolah masing-masing, ” terang Aang.

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap mengantisipasi potensi gangguan pernapasan pada anak-anak saat kembali beraktivitas di sekolah.

​Selain membagikan masker, Dinas Kesehatan mengimbau para orang tua untuk terus memperketat pengawasan terhadap kesehatan anak. Di lingkungan sekolah, para guru juga diminta aktif melarang siswa keluar dari ruangan kelas selama proses belajar mengajar berlangsung guna meminimalisasi paparan udara luar.

Baca Juga :  BBS Jun Mahir ditetapkan Sebagai Bupati Terpilih, Raden Najmi Ajak Masyarakat Mendukung Programnya

Sementara itu, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS) menegaskan bahwa seluruh siswa SD dan SMP wajib menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Sementara itu, untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), kebijakan PJJ atau belajar daring masih tetap diberlakukan.

​“Mulai besok SD dan SMP sudah masuk sekolah kembali, tetapi siswa wajib memakai masker. Khusus PAUD dan TK masih tetap belajar dari rumah,” ujar BBS.

​Guna mendukung kebijakan ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan telah menyalurkan bantuan masker ke seluruh SD dan SMP, baik jenis masker biasa maupun masker hijab. Distribusi dilakukan secara berjenjang melalui puskesmas di setiap wilayah.

Baca Juga :  Polemik LCC 4 Pilar MPR RI, Inilah Praktik Kekerasan Simbolik

​BBS juga menekankan bahwa selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, seluruh aktivitas siswa dibatasi hanya di dalam ruang kelas. Sekolah dilarang menggelar kegiatan di luar ruangan untuk mengantisipasi paparan kualitas udara yang memburuk.

​Langkah ini diambil mengingat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Muaro Jambi saat ini menunjukkan angka fluktuatif di rentang 110 hingga 130, atau mendekati ambang batas sedang menuju tidak sehat. Pemkab Muaro Jambi menegaskan kebijakan KBM tatap muka ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi secara berkala.

“Apabila nilai ISPU kembali meningkat dan kondisi udara memburuk, kita akan evaluasi lagi dan siswa bisa kembali belajar dari rumah,” kata BBS. (*)