Terlalu Semangat Kasih Makan, Ikan di Kerambah SAD Merangin Mati Kekenyangan

LAMANJAMBI.COM – Program bantuan keramba jaring apung dari pemerintah untuk Kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin menunjukkan hasil yang positif. Pertumbuhan benih ikan di keramba tersebut dilaporkan berkembang dengan sangat baik dan diproyeksikan akan memasuki masa panen dalam waktu dekat.

​Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Dinas Sosial Kabupaten Merangin, Azrul, mengungkapkan bahwa tingkat kematian ikan di keramba bantuan ini tergolong sangat rendah. Menariknya, kasus kematian ikan yang terjadi bukan disebabkan oleh penyakit, melainkan karena pola pemberian pakan yang berlebihan oleh warga kelompok SAD.

​”Mereka keasyikan ngasih makan. Karena terlalu bersemangat, akibatnya ada beberapa ikan yang mati karena kebanyakan makan. Makanya, harus ada pendampingan intensif. Untuk proses teknis pemeliharaan sendiri saat ini dilakukan oleh Dinas Perikanan,” ujar Azrul.

​Program bantuan dari pemerintah ini menargetkan total penyaluran hingga 100 ribu bibit ikan yang diserahkan secara bertahap.

Baca Juga :  Godok 3 Ranperda, Pansus II Konsultasi ke Kemendagri

Hingga saat ini, sudah ada 35 ribu bibit yang dilepas ke keramba dalam dua fase. Tahap awal 10.000 bibit ikan, kemudian tahap dua 25 ribu dan sisanya menyusul.

​Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus merampungkan kuota bantuan ini agar roda perekonomian Kelompok SAD dapat berputar secara berkelanjutan.

​”Insya Allah akhir bulan ini akan masuk lagi 30 ribu bibit. Sementara untuk sisanya akan menyusul secara bertahap,” pungkas Azrul.

​Melihat laju pertumbuhan ikan yang berjalan optimal, program ini diharapkan dapat menjadi percontohan sukses bagi upaya pemberdayaan ekonomi komunitas adat terpencil di wilayah lainnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperlihatkan komitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga Suku Anak Dalam (SAD) di kawasan objek wisata Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas.

Baca Juga :  Dumisake Pendidikan, Gubernur Jambi Al Haris Bantu Biaya SPP Ribuan Siswa Tak Mampu di Sekolah Swasta

Bupati Merangin, M Syukur menyerahkan paket bantuan sosial dan sarana produktif seperti keramba jaring apung dari Kementerian Sosial RI dan jaringan listrik gratis.

M Syukur mengingatkan warga SAD agar bisa menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, ketergantungan pada hasil hutan tidak lagi relevan dengan kondisi alam saat ini.

“Dulu saya, Pak Kapolres dan Pak Dandim berjanji bahwa Dam Betuk ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan warga SAD di sini. Sekarang janji itu kami penuhi. Tolong dimanfaatkan. Kalau berhasil, kawasannya masih luas, akan kita tambah lagi. Tetapi kalau disia-siakan, pemerintah akan mengambil alih kembali,” katanya, Senin (18/5).

Bupati menghimbau warga SAD untuk segera meninggalkan aktivitas ilegal seperti Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan tidak mau dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sebagai tameng hukum.

Baca Juga :  Siapkan Ratusan Triliun, Investor Asal China Lirik Hilirisasi Batubara dan Sawit Jambi

“Kita tidak boleh main kucing-kucingan lagi. Begitu aparat masuk, PETInya hilang, kita keluar mereka datang lagi. Semua hukum berlaku sama, tidak ada perbedaan atau perlakuan khusus. Di Merangin ini semua adalah warga kita,” ujarnya.

M syukur juga menyoroti, pentingnya pendidikan bagi generasi muda SAD untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dia mengharap ke depan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena terkendala biaya atau fasilitas.

“Anak-anak harus sekolah. Tidak ada bajunya, tasnya, atau sepatunya, Bupati yang siapkan. Saya ingin semua mendapat perlakuan adil di sekolah. Jika ada perlakuan tidak adil dari guru terhadap anak SAD, laporkan ke saya,” ungkapnya.