LAMANJAMBI.COM — Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mendukung program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat.
Sebagai bentuk dukungan program itu, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memberikan himbauan kepada semua OPD yang ada dilingkup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk memberikan dispensasi waktu bagi pegawai pria yang memiliki anak sekolah, dimana mereka diminta untuk mengantarkan anaknya ke sekolah dihari pertama masuk sekolah.
Dari surat edaran yang ditanda tangani oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Dukungan ini merujuk surat Kepala perwakilan Kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga atau BKKBN Provinsi Jambi Nomor 404/pk.02/j5/2025 tertanggal 9 Juli 2025 dengan perihal himbauan Ayah atau wali murid mengantar anak hari pertama sekolah dalam mendukung gerakan Ayah teladan Indonesia.
Dengan hal tersebut maka disampaikan bahwa menghimbau pelaksanaan kegiatan hari pertama sekolah bersama ayah di opd wilayah masing-masing.
Kemudian kepada ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk berpartisipasi dalam gerakan Ayah teladan Indonesia.
Main dokumentasikan kegiatan baik berupa foto video maupun testimoni dan membagikan melalui media sosial dan komunikasi resmi opd masing-masing.
Selanjutnya setiap opd menyampaikan dokumentasi tersebut kepada dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Muaro Jambi CQ bidang ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Dan yang terakhir memberikan dispensasi kepada ayah ASN datang terlambat masuk kantor pada hari pertama masuk sekolah mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai jenjang pendidikan menengah atas yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 14 Juli 2025.
“Gerakan ini tidak hanya berdampak pada anak-anak secara emosional dan psikologis tapi juga menjadi simbol keterlibatan aktif seorang ayah dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wabup, Jun Mahir.
Gerakan ini diharapkan dapat menjadi momentum awal untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama, di mana peran aktif kedua orang tua sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter. (*)









