Gerak Cepat, YPM Evakuasi Warga SAD Pengidap ODGJ ke RSJD Jambi

​LAMANJAMBI.COM – Seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun mengalami sakit Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berada di Jalan Siliwangi.

Pria berinisial SR (38) itu kondisinya sedang mengalami goncangan kejiwaan yang cukup berat dan dikhawatirkan akan mengganggu warga yang lain.

Tak mau terjadi hal yang tidak diinginkan, warga langsung melaporkan kepada Heri, Staf Prakarsa Madani sekaligus Pendamping Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun.

Baca Juga :  Gelar Vaksinasi Massal di Tangkit, Satgas Covid-19 Muaro Jambi Sediakan 600 Liter Minyak Sayur

Mendapat laporan itu, Heri langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi. Benar saja, saat itu kondisi SR tengah diamankan keluarga dengan mengikat kedua tangannya.

​”Setelah kami cek dan pastikan bahwa beliau memang membutuhkan penanganan medis khusus akibat gangguan jiwa, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun, Satpol PP, Puskesmas terdekat, serta Pemerintah Desa Bukit Suban,” ujar Heri.

Baca Juga :  Dinyatakan Lulus Seleksi, 91 ASN ini malah Mengundurkan Diri

​Setelah koordinasi lintas sektor dilakukan, tim medis dari puskesmas setempat segera memberikan tindakan awal berupa obat penenang guna memastikan kondisi pasien aman sebelum dirujuk.

​Selanjutnya, penanganan dilanjutkan dengan memboyong pasien menuju Kota Jambi menggunakan mobil operasional milik Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun.

​Proses evakuasi berjalan dengan aman dan terkendali hingga tim tiba di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Kolonel H.M. Syukri Jambi sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga :  Tidak Netral, Seorang Oknum ASN di Merangin dilaporkan ke BKN

​”Alhamdulillah, perjalanan dari lokasi hingga ke RSJD Jambi berjalan lancar tanpa kendala apa pun. Saat ini pasien sudah mendapatkan perawatan medis yang layak di rumah sakit jiwa,” pungkas Heri.

​Upaya cepat tanggap ini merupakan bentuk sinergi antara dinas sosial, pendamping komunitas adat, tenaga medis, dan pemerintah desa dalam memberikan pelindungan serta layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga Suku Anak Dalam. (*)