Operator Excavator PETI di Merangin Tewas, Korban dilaporkan Hanyut Usai Kekebun

INFORMASI226 Dilihat

LAMANJAMBI.COM — Kematian Gayus warga Tabir Barat yang sebelumnya diinformasikan hanyut disungai usai pulang dari memasuki babak baru.

Informasi terbaru, Gayus meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Dia merupakan seorang operator alat berat yang tengah menambang emas atau kerap disebut PETI dikawasan tersebut.

Karena takut lokasi tambang ditindak tegas oleh petugas, maka salah satu oknum yang bertugas dikantor Camat setempat sepakat bersama warga untuk merubah kronologis kejadian dan tentunya seizin dari pemilik alat. Selain itu, pihak keluarga dijanjikan oleh pemilik alat berat itu untuk menyantuni dan bertanggung jawab.

Setelah ditunggu-tunggu, ternyata pemilik alat yang diketahui H Ihsan tidak mau bertanggung atas kematian tersebut. Mereka seolah lepas tangan.

Menurut keterangan Juri keluarga korban menyebut jika awalnya pemilik alat berjanji akan menyantuni, namun belakangan dia dan orang kepercayaannya enggan menepati janjinya.

Baca Juga :  Gelar Reses di Senaung, Wiji Susyani Terima Berbagai Usulan dari Masyarakat

“Jangankan menyantuni, gaji selama kerja saja tidak mereka bayar,” kata Juri.

Juri mengatakan saat ini alat berat merek liugong milik H.Ihsan tersebut, masih berada di wilayah tabir barat. Saat ini alat tersebut sedang di servis dan akan digunakan lagi untuk kegiatan tambang emas.

“Informasinya akan dipakai oleh oknum kades di Tabir Barat,” ujarnya.

Menurut rekan satu kerjanya, Gayus hanyut sekitar pukul 00.00 wib, pihak keluarga mendapatkan laporan dari Bujang dan Edo anggota bok bahwa almarhum hanyut.

Mendapatkan kabar itu, keluarga langsung berupaya untuk mencarinya dan memanggil pihak berwenang. Namun laporan kepada petugas jika Gayus hanyut usai pulang dari kebun.

“Armarhum Gayus bekerja dengan alat Ihsan mulai dari dusun Baru Kibul. Alatnya liugong tapi bermerek Komatsu. Selama dua bulan Dio bekerja disana, kemudian dia pindah ke lipat kajang desa sungai tabir. Satu bulan Dio kerja di sana langsung ada kejadian itu,” jelas Juri.

Baca Juga :  Akhiri Tahun 2023, Edi Purwanto Harap 2024 Lebih Baik Lagi

Dia berharap kepada pemilik alat untuk segera menemui pihak keluarga dan membayar santunan serta memberikan haknya berupa gaji yang selama ini tidak dibayarkan.

“Jika tidak bayar, maka akan kami bongkar semuanya. Kami laporkan ke Polisi,” imbuhnya.

Almarhum meninggalkan anak 2 orang yang masih balita. Semenjak ditinggal kan almarhum Gayus, istri korban terpaksa membanting tulang untuk menafkahi kedua putranya.

Sebelumnya, Gayus dilaporkan tenggelam saat menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu sampan bersama dua temannya. Namun kedua teman korban berhasil selamat, sedangkan korban hilang terseret arus sungai.

Setelah mencari selama tujuh hari, akhirnya Tim SAR gabungan menghentikan proses pencarian korban tenggelam atas nama Gayus (36) yang hilang terseret arus Sungai Batang Tabir, Desa Sungai Tabir, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Operasi ini dihentikan setelah tujuh hari pencarian.

Baca Juga :  Bawaslu Merangin Gelar Apel Siaga Pengawasan Masa Tenang

“Pencarian tim SAR gabungan dari hari pertama sampai ketujuh sudah dilakukan hingga sejauh 35 km dari lokasi kejadian dan belum menemukan korban,” ujar Kepala Kantor Basarnas Jambi Kornelis.

Menurutnya, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan dua metode, yakni melalui jalur sungai dengan menggunakan rubber boat. Kemudan penyisiran sepanjang tepi sungai.

“Meski sudah menyisir hasil masih nihil. Sesuai SOP Basarnas, maksimal pelaksanaan Operasi SAR sampai 7 hari dan akan dilaksanakan penutupan dengan pertimbangan apabila diperoleh informasi keberadaan atau tanda-tanda korban, operasi SAR dapat dibuka kembali,” kata Kornelis. (*)