Ekonomi Baru SAD Merangin, GP Ansor dan YPM Latih Budidaya Ikan di DAM Betuk

LAMANJAMBI.COM– Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Merangin bersinergi dengan Yayasan Prakarsa Madani menggelar pendampingan pelatihan budidaya ikan keramba jaring apung bagi warga Suku Anak Dalam (SAD). Kegiatan pemberdayaan yang memanfaatkan bantuan stimulan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI tersebut dipusatkan di kawasan Dam Betuk, Selasa (16/6).

​Langkah taktis ini dirancang guna membuka ruang ekonomi baru bagi komunitas adat terpencil agar mampu berdaulat secara finansial. Sinergi lintas sektor pun tercipta dengan dukungan penuh dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Merangin, Dinas Perikanan Merangin, serta Bank Jambi.

​Ketua GP Ansor Merangin, Rhizki Okfiandi, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud konkret kehadiran negara dan elemen masyarakat dalam menyentuh lapisan sosial paling bawah. Menurutnya, potensi air tawar di Dam Betuk sangat menjanjikan jika dikelola secara terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga :  10 Rumah Terbakar, Warga dan Petugas Damkar Kewalahan

​“Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam memperhatikan masyarakat akar rumput. Jika manajemen keramba ini berjalan dengan baik, kami optimis taraf hidup dan struktur ekonomi warga SAD akan meningkat drastis,” ujar Rhizki di sela-sela peninjauan lokasi keramba.

​Ia menambahkan, kehadiran GP Ansor dan Yayasan Prakarsa Madani bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan dinas teknis dengan warga lokal.

“Kami menggandeng Dinsos dan Dinas Perikanan untuk mentransfer pengetahuan mengenai tata cara pengelolaan perikanan modern yang efektif,” imbuhnya.

Pelatihan pengolahan kerambah apung bagi SAD Merangin di DAM Betuk

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Prakarsa Madani, Edi Endra, menyebutkan bahwa pendekatan terhadap warga SAD kini harus berorientasi pada kemandirian ekonomi, bukan sekadar bantuan konsumtif. Pola pendampingan melekat menjadi kunci utama keberhasilan program.

Baca Juga :  Memasuki Tahapan Pilkada, Panwascam Rantau Pandan Buka Pendaftaran Calon PKD

​“Untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal, kami melibatkan Dinas Sosial selaku instansi pendamping reguler warga SAD, serta Dinas Perikanan yang mengawal aspek teknis pembudidayaan,” kata Edi.

​Sementara itu, Kepala Dinsos PPA Merangin, Abdul Lazik, mengimbau seluruh warga SAD penerima manfaat untuk berkomitmen penuh dan konsisten dalam merawat bantuan tersebut. Keberhasilan proyek percontohan ini akan menjadi tolok ukur bagi program pemberdayaan berikutnya.

​“Percayalah, jika keramba ini dikelola dengan serius, sektor ini akan menjadi sumber penghasilan tetap yang mampu menopang kebutuhan keluarga secara berkelanjutan,” tegas Abdul Lazik di hadapan para peserta pelatihan.

​Guna membekali warga dengan keahlian praktis, Sekretaris Dinas Perikanan Merangin, Dedi, memimpin langsung sesi teknis. Para peserta diajarkan metode pengelolaan keramba apung yang ideal, mulai dari pemilihan benih unggul, teknik dan jadwal pemberian pakan yang efisien, hingga langkah preventif penanggulangan penyakit ikan.

Baca Juga :  Bahas Ranperda RTRW, M Zayadi Usulkan Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Jambi Sebrang
Pelatihan pengolahan kerambah apung bagi SAD di Dam Betuk Merangin oleh YPM dan GP Ansor

​Respons positif disampaikan oleh Temenggung SAD kawasan Dam Betuk, Jon. Selaku penanggung jawab dan pengelola keramba di lapangan, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian berbagai pihak yang bersedia turun langsung ke komunitas mereka.

​“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak hari ini. Melalui pelatihan ini, kami akhirnya paham bagaimana cara memelihara dan mengelola ikan dengan baik agar hasilnya maksimal,” tutur Jon menggunakan bahasa daerah setempat yang sarat rasa syukur. (*)