LAMANJAMBI.COM — Penanganan pascabencana di Kabupaten Muaro Jambi belum terakomodir dengan baik. Untuk itu, BPBD Kabupaten Muaro Jambi menggelar bimbingan teknis kepada seluruh OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Senin (7/8).
Bimtek yang digelar disalah satu hotel di Kota Jambi itu dibuka langsung oleh Sekda Muaro Jambi Budhi Hartono yang mewakili PJ Bupati Muaro Jambi.
Menurut Budhi, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk membuat rencana aksi rekonstruksi dan rehabilitasi.
Jadi, dengan dilaksanakannya Bimtek ini diharapkan akan diberikan pemahaman pada peserta bagaimana melakukan pengkajian penilaian terhadap akibat-akibat bencana terhadap dampak bencana dan juga pasca bencana.
“Setelah kegiatan ini, kita akan membentuk tim pengkajian kebutuhan pasca bencana,” kata Budhi.
Nantinya, Pemkab juga akan membuat satu dokumen yang valid yang bisa dijadikan pedoman bagaimana cara melakukan upaya-upaya dalam rangka penanganan pasca bencana mungkin unsur terkait.
“Kita tahu selama ini memang masih bersifat sporadis, kita belum ada dokumen yang terukur, dokumen yang bisa membimbing kita, menjadi pedoman kita bagaimana kalau ada bencana misalnya. Dari PUPR, mungkin bisa kelokasi dengan alat beratnya. Kemudian dari dari dinas sosial memberikan bantuan bantuan kebutuhan-kebutuhan masyarakat,” katanya.
Untuk itu, dirinya berharap agar semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai kegiatan baik ini disia-siakan.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Dodi menyebut jika kegiatan ini dilaksanakan atas undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana yang dinyatakan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana yaitu meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi.
Katanya, dalam penyelenggaraannya sangat diperlukan koordinasi dan sinergi antara instansi terkait.
“Diselenggarakannya kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat deputi rehabilitasi dan rekonsilitasi badan Nasional penanggulangan bencana,” kata Dodi.
Dengan demikian nantinya akan memiliki satu pemahaman dan memenuhi kapasitas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya maka perlu dilaksanakan bimbingan teknis tentang kajian kebutuhan pasca bencana.
“Pesertanya dari berbagai instansi dan OPD terkait dilingkup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi,” kata Dodi. (*)










