LAMANJAMBI.COM – Atrium Hypermart Mall Lippo Plaza Kota Jambi disulap menjadi ruang kreativitas yang penuh warna. Puluhan anak-anak didampingi orang tua berkumpul dan menggambar dengan alat lukis. Partisipasi aktif ini dilakukan dalam gerakan seni rupa nasional Indonesia Raya Menggambar 2026.
Aksi massal ini sukses terselenggara di Jambi berkat inisiasi dari Bata Merah Art Projek Sumatera (BMaPS). Sebagai wadah yang fokus pada pengembangan seni, BMaPS memandang Jambi memiliki potensi seni rupa yang luar biasa, khususnya dalam seni menggambar, sehingga sangat perlu terlibat aktif dalam gerakan nasional ini.
Gerakan Indonesia Raya Menggambar sendiri pertama kali lahir di Yogyakarta pada tahun 2022 dan konsisten mengambil momentum bulan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional. Memasuki tahun kelima, perhelatan ini mengusung tema besar “Kebangkitan Gambar-Menggambar Kebangkitan”, sebuah upaya penguatan identitas nasional melalui pengakuan terhadap keragaman budaya lokal.
Kompetisi Inklusif di Pusat Perbelanjaan
Pemilihan Lippo Plaza Kota Jambi sebagai lokasi acara terbukti strategis dan sukses menarik perhatian ratusan pengunjung mall. Suasana riuh dan semangat kompetisi terlihat jelas di area lomba yang dibagi ke dalam tiga kategori:
Kategori Siswa Sekolah Dasar (SD) Kelas 1, 2, dan 3. Kemudian kategori Siswa Sekolah Dasar (SD) Kelas 4, 5, dan 6 serta kategori (Khusus) dengan peserta Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat SD.
Kehadiran kategori ABK ini menjadi salah satu daya tarik utama, menunjukkan bahwa ruang seni yang digagas oleh BMaPS merupakan panggung yang ramah, inklusif, dan setara bagi semua anak untuk berekspresi.
”Pagelaran ini terbilang sangat sukses. Antusiasme peserta luar biasa. Melalui wadah ini, kami ingin menunjukkan bahwa gairah budaya menggambar di Jambi sangat hidup dan mampu menyatukan berbagai kalangan,” ujar Jeki Fredy Alamsyah perwakilan dari Bata Merah Art Projek Sumatera (BMaPS) di lokasi acara.
Meskipun secara nasional gerakan ini dibalut dengan rangkaian agenda sarasehan seni, diskusi, hingga performance art, kompetisi yang digelar BMaPS di Jambi ini berfokus pada stimulasi talenta muda.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang telah memberikan karya terbaiknya akan mendapatkan sertifikat penghargaan. Dari puluhan karya yang masuk, tim juri akan menyaring karya-karya terbaik.
Puncaknya, 10 karya pemenang terbaik akan mendapatkan panggung kehormatan untuk dipamerkan secara terbuka pada tanggal 31 Mei 2026 mendatang.
“Lewat gerakan ini, BMaPS bersama anak-anak Jambi sukses membuktikan bahwa seni mampu bangkit dan mewarnai ruang publik modern. Ayo bangkitkan Indonesia lewat menggambar, ” ungkapnya. (*)










