MERANGIN – Pembebasan Bilqis Ramadani (4 tahun) tidak berlangsung mudah. Selama dua hari kepolisian dan pihak terkait lainnya, bernegosiasi dengan oknum warga Suku Anak Dalam (SAD) di SPE, Tabir Selatan, agar Bilqis dapat dibebaskan dengan selamat.
Karena sudah ‘menebus’ Bilqis kepada pelaku sebelumnya, oknum SAD yang menguasai Bilqis minta tebusan. Melalui serangkaian negosiasi yang ketat, akhirnya satu unit mobil Pajero Sport milik orang tua dari salah seorang pelaku yang berdomisili di Bangko.
“Iyo dindo. Pajero. Macam mano lah, dindo tau sendiri. Mereka itu dak akan mau melepaskan kalau dak ado duit,” ujar AB, sumber lamanjambi.com yang terlibat langsung dalam proses pembebasan Bilqis, Rabu (12/11) siang.
Ia membenarkan bahwa Pajero tersebut milik salah satu orang tua pelaku. Mobil mewah diserahkan ke salah seorang Temenggung SAD dan dihargai Rp 100 juta.
“Pak Wabup (Wakil Bupati Merangin Khafid Moein, red) nelpon. Camano solusi dindo, kato Pak Wabup. Akhirnyo yo itu solusinyo. Kasian anak tu (Bilqis) kalau lamo di sano. Akhirnyo yo Pajero itu diserahkan,” ujar AB lagi.
Netizen di Jambi pun menyikapi keras kasus ini. Selain mengapresiasi gerak cepat kepolisian, tak sedikit pula netizen yang mendesak tindakan tegas kepolisian kepada oknum SAD yang terlibat.
Dipantau dalam banyak celotehan di media sosial, oknum SAD disebut sudah banyak berbuat meresahkan. Mereka disebut menadah kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, yang dicuri atau digelapkan dan kemudian meminta tebusan jika ingin diambil kembali.(*)











