Awas, Merangin Rawan Penculikan Anak

MERANGIN – Kasus penculikan anak bernama Bilqis bikin resah warga Merangin. Pasalnya, bocah yang diculik di Makassar, Sulawesi Selatan, dijual dan ditemukan di Merangin.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin lantas ambil sikap antisipatif. Dinas mengeluarkan surat himbauan yang ditujukan kepada pihak sekolah, Selasa (11/11/2025).

Plt. Kadis Dikbud menegaskan pihak sekolah wajib waspada. Pihak sekolah agar memastikan pengantar dan penjemput siswa harus orang tua/wali atau orang yang dikenal oleh pihak sekolah.

Baca Juga :  Kacau, 10 Bulan Menikah, Wanita di Jambi ini Baru Nyadar ternyata Suaminya adalah Perempuan

“Apabila yang menjemput siswa bukan orang tua atau wali, juga bukan keluarga yang dikenal pihak sekolah, tidak boleh diizinkan. Anak harus tetap berada di sekolah dan guru jagain sampai dijemput secara aman,” ujar Juhendri.

Pihak sekolah juga harus memastikan siswa selalu berada di lingkungan sekolah. Tidak boleh keluarga lingkungan kecuali atas pengawasan yang ketat dan atas keperluan yang jelas

Baca Juga :  Komplik Masyarakat Gabut Jaya VS Masyarakat Memanas, BBS Redam Emosi Warga

“Kami tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan kepada anak-anak kita. Harus kita jaga bersama-sama,” tambah Juhendri lagi.

Kasus Bilqis menjadi berita nasional seminggu terakhir. Bilqis ditemukan dalam penguasaan kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Desa SPE, Kecamatan Tabir Selatan.

Bilqis telah dijual beberapa kali. Dijual oleh penculiknya seharga tiga kuta rupiah. Terakhir angka yang muncul sampai Rp 80 juta rupiah. Pada saat dibebaskan dari penguasaan SAD, harus melalui negosiasi yang alot selama dua hari.

Baca Juga :  Tak ada Kejelasan bagi Hasilnya, Warga Teluk Langkap Segel Lahan TKD

Pembebasan Bilqis baru berlangsung mulus setelah ‘ditebus’. Informasi yang dihimpun, diketahui satu unit mobil Mistsubishi Pajero diserahkan kepada oknum SAD sebagai kompensasi pembebasan Bilqis.

Setelah dibebaskan, Bilqis dibawa kembali ke Makassar. Lalu diserahkan kepada orang tuanya.(Lis)