Perdana! Warga Dusun Pulau Pasir Teluk Rendah Ilir Sembelih Belasan Hewan Qurban Secara Kolektif

LAMANJAMBI.COM – Suasana Hari Raya Idul Adha di Dusun Pulau Pasir, Desa Teluk Rendah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tampak berbeda dan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, warga setempat menggelar pemotongan belasan hewan qurban secara terpusat melalui kepanitiaan khusus, bukan lagi secara mandiri di rumah masing-masing.

​Belasan ekor hewan qurban tersebut disembelih, dipotong, dan langsung dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat di lingkungan dusun setempat.

Baca Juga :  Diduga "Mesum", 4 Pasangan Bukan Suami Isteri diciduk Pol PP

​Kegiatan qurban kolektif ini merupakan sebuah terobosan baru bagi warga Dusun Pulau Pasir. Sirwani, panitia qurban mengungkapkan bahwa sistem baru ini sengaja dibentuk untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan efisiensi waktu.

​”Ini merupakan perdana dilaksanakan di dusun kami. Sebelum-sebelumnya, hewan qurban dipotong secara mandiri oleh pihak keluarga yang berqurban. Namun kali ini, alhamdulillah warga sepakat untuk menyerahkannya kepada panitia khusus,” ujar Sirwani.

Baca Juga :  Robinson Sirait Kunjungi Korban Puting Beliung di Sungai Bahar

​Dengan adanya panitia khusus ini, proses dari penyembelihan, pengulitan, penimbangan, hingga pendistribusian daging qurban berjalan jauh lebih tertib dan cepat.

Perubahan metode ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Selain memastikan pembagian daging menjadi lebih merata dan tepat sasaran, momen ini juga menjadi ajang gotong-royong yang mempererat tali silaturahmi antarwarga Dusun Pulau Pasir.

Baca Juga :  Detik Terakhir Jabatan, Masnah Terima WTP untuk Muaro Jambi

​Sejak pagi hari, warga tampak kompak bahu-membahu membersihkan tempat, mengolah daging, hingga mengemasnya ke dalam wadah yang siap edar.

​Melalui pelaksanaan perdana yang sukses ini, masyarakat Dusun Pulau Pasir Teluk Rendah berharap sistem kepanitiaan qurban seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya pada tahun-tahun yang akan datang.

“Mudah-mudahan metode ini terus berjalan ditahun-tahun berikutnya, ” ungkap warga setempat. (*)