Sadis, Seorang Gadis di Muaro Jambi digasak Ayah Tiri, Sang Kekasihpun Ikut Nyicip

LAMANJAMBI.COM, — Kabar tak sedap kembali datang dari Kabupaten Muaro Jambi. Setelah beberapa waktu lalu ada orangtua yang tega menghamili anak kandungnya, kini ada lagi hal yang demikian.

Jika sebelumnya adalah warga Kumpeh, kini pelaku adalah warga Pematang Gajah Kecamatan Jaluko.

Bunga (16) bukan nama sebenarnya dihamili oleh ayah tirinya RO (42). Dia digarap oleh ayah tirinya sejak tahun 2018 silam. Aksinya sudah berulang-kali bahkan sudah tidak terhitung lagi.

Selain dirumah, pria yang bekerja sebagai sopir truk itu juga melakukan menggasaknya didalam truk yang ia gunakan untuk mencari nafkah.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan tahun 2022, Puluhan Personel Polres Muaro Jambi diturunkan

Korban yang masih usia remaja tersebut tidak berdaya atas perbuatan ayah tirinya, ia sempat beberapa kali mencoba melakukan perlawanan, tetapi pelaku melakukannya dengan paksaan.

Bahkan, pelaku juga melakukan pengancaman untuk membunuh korban jika menceritakan kejadian tersebut ke pada orang lain, termasuk ibu kandungnya sendiri.

Baca Juga.

Bejat, Seorang Oknum Polisi Jual Isterinya ke Atasannya

Sering Ngintip Wanita Pakai Daster, Bagus Sujiwo Cabuli Tetangganya

Bejat, Seorang Pimpinan Ponpes di Muaro Jambi Garap Santriwatinya

Ternyata, tak hanya ayah tirinya yang menggasaknya. BS (21) yang merupakan pacar korban juga kerap melakukan perbuatan tak tercela itu. Namun mereka melakukannya sejak 2021 hingga 2022 lalu.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Respon Usulan PJ Bupati Muaro Jambi. Ini Rinciannya

Akibat perbuatan tersebut, sekarang Bunga hamil dengan usia kandungan sekitar lima bulan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta mengatakan, antara pelaku ayah tiri dengan kekasih korban tidak mengetahui melakukan aksi tersebut.

“Jadi ini laporannya dua ya, berbeda antara pelaku ayah tiri dan kekasihnya. Dan perbuatannya juga dilakukan di tabun dan tempat yang berbeda,” kata Andri, saat pres rilis di Mapolda Jambi, pada Senin (9/1).

Baca Juga :  Gubernur Jambi Sambut Ratusan Jemaah Haji

Kuat dugaan janin yang saat ini ada di dalam kandungan korban adalah janin hasil perbuatan sang kekasih.

Namun demikian, Andri menegaskan masih perlu melakukan tes DNA untuk memastikan ayah dari pada calon bayi tersebut.

“Kita belum bisa pastikan ya, harus tes DNA dulu,” katanya.

Kata Andri, untuk ke dua dikenakan pasal 81 jo 76D UUD Nomor 35 Tahun 2015 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp5 miliar. (*)