Masyarakat Bentangkan Kolor Pink dirumah Dinas Bupati Bungo

LAMANJAMBI.COM – Aliansi Rakyat Peduli Keadilan dan Hukum (ARPKH) dan Ormas Gerakan Muda Peduli Urusan Rakyat (GEMPUR) melakukan orasi didepan rumah dinas Bupati Bungo.

Dalam aksinya, mereka mengibarkan celana dalam atau sering disebut kolor wanita berwarna pink. Celana dalam itu dimaksudkan protes mereka kepada pemerintah Bungo yang seolah mandul. Karena tak bisa menghentikan aktivitas hiburan malam di Pegasus.

Untuk diketahui, izin Pub dan Bar Pegasus sudah dicabut oleh DPMPTSP Provinsi Jambi beberapa waktu lalu, namun pihak PEGASUS masih nekat beroperasi melaksanakan Disc Jockey (Dj) hingga saat ini.

Pantauan awak media dilapangan, selain menghadirkan Disc Jockey (Dj), PEGASUS juga terlihat menyajikan minuman beralkohol (Minol), baik golongan A, B maupun golongan C.

Menyikapi hal tersebut, Gabungan Ormas Bungo, yakni Aliansi Rakyat Peduli Keadilan dan Hukum (ARPKH) dan Ormas Gerakan Muda Peduli Urusan Rakyat (GEMPUR) mengadakan aksi demo jilid 3, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga :  Kunjungi Sekolah Kebanggannya, Sindy Novela Puteri Indonesia asal Tebo Jambi Berikan Motivasi Pelestarian Lingkungan

Usai demo didepan Kantor Satpol PP dan depan Pegasus, Aliansi Rakyat Peduli Keadilan dan Hukum (ARPKH) dan Ormas Gerakan Muda Peduli Urusan Rakyat (GEMPUR) melanjutkan aksi damai didepan rumah dinas Bupati Bungo sambil mengibarkan Celana Dalam (CD) raksasa berwarna Pink dan juga gelar aksi bakar ban bekas.

Para pendemo ini dikawal oleh petugas Kepolisian Resort Bungo, anggota Kodim 0416 Bute dan anggota Satpol PP Kabupaten Bungo.

”Kami minta Bupati Bungo dengan tegas untuk menutup Pegasus, karena diduga menjual minuman beralkohol, menyediajan DJ dan tidak memiliki izin Pub dan Bar,” teriak ketua ARPKH, Fahlefi.

Baca Juga :  Soal Pemindahan Lokasi Mall Pelayanan Publik, Komisi I DPRD Muaro Jambi Protes

“Kenapa pak Bupati diam saja dan tidak mau berkomentar terkait Pegasus yang jelas-jelas sudah melanggar aturan dan tidak mempunyai izin Pub dan Bar ini,” beber Fahlefi.

Demo didepan Rumdis Bupati Bungo berakhir dengan pembakaran ban bekas. Namun sayangnya Bupati Bungo, H. Mashuri tidak bersedia menemui para pendemo.

Sebelumnya, para pendemo dalam orasinya meminta agar kasat Pol PP mundur dari jabatannya kalau tidak berani menjalankan dan menertibkan bagi pengusaha yang sengaja melanggar Perda.

“Copot kasat Pol PP Bungo, Khaidir Yusuf, kalau tidak berani nutup Pegasus,” teriak Fahlevi.

“Jika tidak berani nutup Pegasus, lebih baik mundur saja pak. Karena sudah jelas, izin Pegasus sudah dicabut, namun Pegasus hingga malam tadi tetap melaksanakan DJ,” tegas Fahlevi.

Baca Juga :  Abdullah Sani Lantik Arif jadi Sekwan DPRD Provinsi Jambi

Usai melakukan aksi demo didepan kantor Satpol PP para pendemo melanjutkan aksi demo di depan Pagasus pasar bawah Muara Bungo yang dilanjutkan aksi didepan rumah dinas bupati Bungo dan langsung ke Mapolres Bungo untuk melakukan dialog sekaligus melaporkan dugaan pemalsuan dokumen dan peretasan akun/ User milik Pemerintah oleh oknum yang disuruh oleh manajemen Pegasus.

Sebelumnya Kasat Pol PP Bungo, Khaidir Yusuf dihadapan pendemo menegaskan, bahwa dirinya bersama Satpol PP Provinsi Jambi akan berkolaborasi untuk menindak Pegasus jika mereka tetap melanggar.

“Saya baru pulang dari dinas Satpol PP Provinsi Jambi. Kami sudah sepakat akan menghentikan aktifitas DJ di Pegasus. Nanti malam akan kami pantau aktivitas DJ di Pegasus,” tegas Kasat Pol PP Bungo, Khaidir Yusuf. (*)