Keracunan MBG, Waka DPRD Muaro Jambi Minta SPPG dievaluasi Total

LAMANJAMBI.COM – Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1) siang. Insiden ini langsung menyita perhatian publik dan memicu desakan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Sejak siang hingga sore hari, anak-anak terus berdatangan ke RSUD Ahmad Ripin di Sengeti. Mereka diantar oleh orang tua dan pihak sekolah dalam kondisi lemas, sebagian bahkan harus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Baca Juga :  Soal Parkir, Herman Efendi Minta ASN Ikuti Aturan

Gejala yang dialami para siswa hampir seragam, mulai dari muntah-muntah, diare, tubuh lemas, hingga gemetar. Berdasarkan informasi sementara, menu MBG yang dikonsumsi saat itu adalah soto. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya masalah pada kualitas atau proses pengolahan makanan.

Data sementara mencatat lebih dari 70 siswa harus mendapatkan penanganan medis akibat keluhan serupa. Hingga Jumat sore, sejumlah siswa masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka stabil dan tidak mengalami komplikasi lanjutan.

Baca Juga :  Pj Bupati Muaro Jambi Kumpulkan Semua OPD

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Ketua II DPRD Dapil I Muaro Jambi, Jurjani, turun langsung menjenguk para siswa di rumah sakit. Ia menegaskan pihaknya akan segera memanggil penyelenggara program MBG, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna meminta klarifikasi sekaligus pertanggungjawaban.

“Ini harus segera ditindaklanjuti karena menyangkut kesehatan manusia, apalagi ini anak-anak. Jangan sampai program yang tujuannya baik justru membahayakan,” tegasnya.

Baca Juga :  Dengan Kepala Dingin, Kabag Umum DPRD Merangin Temui SAD

Ia juga mendesak agar dilakukan evaluasi total terhadap standar keamanan pangan, mulai dari proses pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah. Menurutnya, kejadian ini tidak boleh dianggap sepele dan harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit masih melakukan penanganan intensif, sementara para orang tua berharap ada kepastian penyebab kejadian serta jaminan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.(*)